MALUKUnews, Ambon: Polda Maluku melaksanakan senandung dan dzikir akbar dalam rangka menyongsong bulan suci ramadhan dan hari Bhayangkara ke-72. Acara ini berlangsung di lapangan merdeka Ambon, Sabtu (12/05), pagi.

Dzikir Akbar ini dihadiri oleh Syekh Ali Jaber, sebagai pencerama, Kapolda Maluku, Irjen Pol. Andap Budi Revianto, S.Ik, Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Brigjen Pol. Drs. Hasanuddin, SH, MH, Irwasda Maluku serta para Pejabat Umum (PJU) Polda Maluku, para perwira Kodam XVI/PTM dan warga muslim kota Ambon.

Sebelum melaksanakan dzikir akbar itu, seluruh yang hadir terlebih dulu melaksanakan sholat subuh berjama'a, kemudian dilanjutkan sengan sholat qoib.

Sebelum masuk pada acara dzikir akbar terlebih dahulu juga dipersembahkan lagu-lagu qasidah oleh para polwan Polda Maluku. Kapolda Maluku, dalam sambutannya di acara itu mengucapkan terima kasih atas kehadiran masyarakat secara ikhlas di tempat ini. Kedepan ada agenda Pemilukada yang harus kita tunaikan. Jadi saya harapakn Maluku selalu aman dan damai. “ Kami harapkan dukungan dari seluruh masyarakat untuk sama-sama mensukseskan Pemilukada Maluku yang tidak lama lagi akan diselengarakan. Semoga dengan kegiatan ini, kita bisa dibukakan pintu hidayah buat seluruh masyrakay Maluku, khususnya anggota Polda Maluku,” ujar Kapolda dengan dua bintang dipundaknya.

Sementara ceramah yang dibawakan oleh Syekh Ali Jaber, juga mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Polda Maluku, karena bisa mengundang syek untuk datang di Ambon.

Kedatangan saya ini, kata Syeh, pertama kalinya menginjak kaki diAmbo sekaligus bisa memberikan ceramaH kepada masyrakat muslim yang ada di Maluku, khususnya yang hadir pada saat ini. Saya sanagt bangga dan terharu dengan kerukunan hidup umat beragama yang ada di Ambon yang baegitu mengedepankan kerukunan, walaupun berbeda agama. Mengapa saya katakan demikian, karena acara ini dalam menyanyikan lagu-lagu nuansa muslim ada juga wanita nasarani yang turut bersama-sama menyanyikan lagu tersebut. Dari situ kita bisa menarik satu kesimpulan, bahwa kerukunan hidup beragama masyarakat Ambon sungut luar biasa,” ujar Syeh.

“ Agama manapun tidak mengajarkan kita untuk hidup berpisah-pisah atau berkelompok. Mari kita menjaga kerukunan ini, dan mari kita doakan agar negara ini selalau diberikan keberkahan dan jauh dari bencana. Jauh dari konflik sosial baik dari kelompok-kelompok yang mengatasnamakam agama,” ujar Syeh dalam tauziahnya itu. (Qin)