MALUKUnews, Ambon: Empat hari menjelang Idul Fitri, lonjakan penumpang melalui jalur laut di Pela­buhan Yos Sudarso Ambon cukup tinggi, Senin (11/6).

Pantaun Siwalima di Pela­buhan Yos Sudarso, sekitar pukul 11.00 WIT, ribuan pe­mudik nampak berdesak-desakan untuk menaiki KM Ngapulu yang hendak me­nuju ke Banda, Tual, Dobo, Sorong, Manokwari, Kai­mana dan Fak-Fak.

Sebelumnya kapal milik PT Pelni itu merapat di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dengan membawa ribuan penumpang dari Banda, Tual, Dobo, Kaimana dan Fak-Fak.

Hal serupa juga terjadi dengan KM Gunung Dempo yang berangkat dari Ambon sekitar pukul 13.00 WIT. Kapal ini mengangkut sebanyak 2.500 lebih penumpang dengan tujuan Makassar, Surabaya dan Jakarta. Sebelumnya membawa penumpang ke Ambon dari Sorong, Manokwari, Wasior, Nabire dan Jayapura.

Manajer Operasional PT Pelni Ambon, Djasman kepada wartawan di Pelabuhan Yos Sodarso, menjelaskan, tercatat sebanyal 150 ribu pemudik meninggalkan Kota Ambon menuju arah Barat dan Timur sejak H-10 hingga puncak H-4.

“Hari ini puncak arus muduk dan penumpang hari ini cukup banyak baik yang datang maupun yang pergi. Terdapat dua armada kapal milik PT Pelni yang disiapkan yakni KM Ngapulu dan Gunung Dempo,” kata Djasman.

Dijelaskan, KM Ngapulu berangkat dari Kota Ambon pukul 11.00 WIT dengan tujuan Banda, Tual, Dobo, Kaimana, Fak-Fak mengakut sekitar 3000 pemudik dan nanti kembali dengan jalur yang sama menuju ke Ambon dan pada 16 Juni dari Ambon menuju ke Barat dengan rute Kota Ambon, Bau-Bau, Makasar, Surabaya, Jakarta.

Sedangkan KM Gunung Dempo berangkat dari Ambon pukul 13.00 WIT dengan tujuan Makassar, Surabaya, Jakarta mengangkut sekitar 2500 lebih penumpang dan kembali ke Ambon pada 13 Juni dengan tujuan Kota Ambon-Sorong-Manokwari-Wasior-Nabire-Jayapura.

“Tahun ini terdapat lonjakan penumpang dibandingkan dengan tahun lalu yang mengunakan kapal Pelni sebesar 3 persen, namun jumlah penumpang yang pergi dan datang pun hampir sama,” bebernya.

Menurut Djasman, penumpang terbanyak terjadi kemarin (Senin red), karena merupakan puncak arus mudik baik menuju ke arah Barat maupun ke arah Timur Indonesia.

“Yang terbanyak masyarakat dengan tujuan Banda, Tual dan Dobo. Sedangkan yang arah Barat terbanyak adalah Bau-Bau, Makasar dan Surabaya,” ujar Djasman.

Diakuinya, dengan sistem penjualan tiket yang dilakukan langsung di kantor Pelni Ambon dan pengawasan ketat terhadap penumpang, proses naik maupun turun dari kapal cukup teratur.

“Jadi jauh lebih bagus dibandingkan dengan tahun lalu, tidak ada penumpang yang berdesak-desakan naik dan turun dari atas kapal,” ungkap Djasman.

Sementara itu kepala KSOP Ambon, Hery Tondang kepada wartawan juga mengaku dari pantauan yang dilakukan selama keberangkatan baik barang maupun orang cukup lancar.

“Kita sudah tegaskan kapal mengangkut penumpang harus sesuai dengan kapasitas kalau tidak kita batalkan keberangkatan,” ujar Tondang.

Ia mengaku selama arus mudik hanya 1 kapal yakni KMP Masiwang yang batal berangkat dengan tujuan Kabupaten SBT karena mesin utama kapal rusak pada Minggu (10/6).

“Penumpang terpaksa harus kita pindahkan ke kapal Cepat Cantika Torpedo dan sudah kita berangkatkan Senin 11 Juni dengan membawa 240 penumpang pada pukul 09.00 WIT,” pungkas Tondang.

KSOP tambahnya, bersama dengan pemerintah daerah terus melakukan koordinasi untuk mengantisipasi kapal yang batal berangkat akibat kerusakan atau masalah teknis lainnya.

“Semuanya sudah berjalan lancar dan pemudik juga bisa kembali ke kampung halamannya dengan aman,” tandas Tondang. (S-39) Sumber: Koran Siwaliam