MALUKUnews, Ambon: Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, TNI-Polri dan Pemda memiliki sejumlah tradisi yang rutin diselenggarakan guna menyebarkan nilai-nilai kepahlawan kepada masyarakat kota Ambon.

Selain Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi, tradisi-tradisi yang rutin dilaksanakan adalah Taptu (Pawai Obor) serta Renungan Suci dan Ziarah Makam di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kapaha, Kamis (16/08), malam.

Taptu atau Pawai Obor digelar setiap tanggal 16 Agustus pada pukul 18.30 WIT. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai unsur, seperti TNI-Polri, Pegawai Negeri Sipil (PNS), Satuan Polisi Pamong Praja, serta para pelajar. Keunikan dari kegiatan ini adalah bahwa seluruh peserta membawa obor yang menyala.

Suasana malam Taptu terlihat sakral. Gelapnya malam diwarnai oleh api obor yang menyala dengan diiringi nyanyian lagu-lagu perjuangan yang dikumandangkan para peserta membuat keadaan semakin syahdu. Hal ini sangat sesuai dengan tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut, yaitu untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan masyarakat.

Selain Taptu, kegiatan lainnya adalah Renungan Suci dan Ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kapaha. Kegiatan ini berlangsung tepat pada pergantian hari pada tanggal 17 Agustus pukul 00.00 WIT. Kegiatan ini dipimpin oleh Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budhi Revianto, serta turut dihadiri oleh Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff, Pangdam XVI/Ptm Mayjen TNI Suko Pranoto, Danlantamal IX Ambon Laksamana Antongan Simatupang, Danlanud Pattimura Kolonel Pnb Antariksa Anondo dan seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.

Renungan Suci dan Ziarah Makam tersebut dilakukan untuk mengenang kembali jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur demi merebut kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia Melalui kegiatan diharapkan, generasi penerus dapat meneladani sikap, semangat, dan pengorbanan yang telah dilaksanakan oleh para pahlawan Bangsa.

Tradisi Taptu dan Renungan Suci merupakan tradisi rutin menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan di Ambon. Diharapkan melalui kegiatan tersebut, pengorbanan yang telah dilakukan para pahlawan tersebut tidak akan sia-sia, melainkan akan terus diingat, dan dilanjutkan oleh generasi penerus bangsa berikutnya. (Pendam16 pattimura)