MALUKUnews, Ambon: Sekolah Menengah Kejuruan Ambon menggelar louncing Teaching Factory (Tefa), program kompetensi keahlian di bidang instalasi tenaga listrik. Kegiatan ini diselenggarakan dalam bentuk worskshop dan sosialisasi dengan melibatkan narasumber dari pendamping P4TK Jogjakarta yang diikuti oleh civitas SMK Muhammadiyah Ambon.

“ Ini merupakan impian dan kebanggaan bagi civitas SMK Muhammadiyah Ambon, sebab SMK Muhammadiyah Ambon merupakan sekolah swasta satu-satunya yang ikut menerapkan program tefa dari sejumlah SMK Negeri di kota Ambon yang juga sudah menerpakan program ini, “ demikian ujar Kepala Sekolah SMK muhammadiyah Ambon, Yasmin Kamsurya, M. Pd, dalam sambutannya pada acara louncing Tefa di Aula SMK Muhammadiyah Ambon, Wara Kebun Cengkeh, Kamis (13/10).

Program Teaching Factory (Tefa) sendiri kata Kamsurya merupakan program yang menjembatani antara sekolah dengan Dunia Usaha dan Industri (Dudi) yang memiliki kesamaan bidang keterampilan. Sehingga program tersebut bakal mendidik siswa SMK berorientasi pada produksi dan bisnis yang mana proses penguasaan keahlian atau keterampilan yang dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar kerja industri.

“ Program Tefa ini nantinya akan mensinergikan antara pihak sekolah dengan dunia industri lewat penguatan teaching, mode pembelajaran yang menekankan pada kemampuan kompetensi, sehingga bersinergi antara kebutuhan kemampuan kompentensi atau keahlian dan kebutuhan akan dunia usaha, “ jelasnya.

Sementara itu, tim pendamping Tefa P4TK Yogjakarta, Dwi Yunanti, M. Pd dalam pemamparannya mengatakan, ada sekitar 500 SMK didorong untuk melaksankan program Tefa. Ia menekankan SMK harus berani berubah, untuk itu ditekankan pada pola pembelajaran yang menghasilkan output yang kompetitif. Karena selama ini menurutnya, image lulusan siswa SMK banyak pengangguran, karena memang pola sistem pembelajarannya berkutat pada hanya memberi pemahaman tapi tidak disertai dengan kemampuan kompetensi anak.

“ Pola pembelajaran harus dirubah, tanggungjawab kita sama-sama untuk mengentaskan anak didik kita berkualitas agar masa depan anak kita nanti bisa diterima di dunia usaha, “ himbau Yunanti.

Senada dengan itu, Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku dalam arahannya juga mengatakan, Teaching Factory sesuai dengan grand desaign pengembangan Tefa dan technopark di SMK adalah suatu model pembelajaran pada institusi pendidikan kejuruan yang menggunakan suatu produk (barang dan jasa) sebagai media pembelajaran untuk mengantarkan kompetensi dan diselenggarakan melaluli sinergi antara sekolah dengan industri

Lanjutnya, tujuan dari model pembelajaran Tefa sendiri adalah menghasilkan lulusan yang menguasai kompetensi tertentu sesuai dengan standart industri serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelaksanaan kegiatan pembelajaran.

Louncing program Tefa dalam kegiatan workshop dan sosialisasi ini berlangsung dibawah sorotan tema Smk Muhammadiyah Ambon, " unggul, kompetitif, berprestasi. (MN-02)