MALUKUnews, Ambon: Penanganan kasus dugaan korupsi SPPD fiktif di Pemkot Ambon tahun 2011 naik status dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Kasus yang diduga me­ru­gikan negara Rp 742 juta lebih ini, dinaikan ke tahap penyidikan, setelah tim penyidik Tipikor Satres­krim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease melakukan gelar perkara di Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku, Mangga Dua Ambon, Jumat (8/6).

Gelar perkara yang ber­langsung pukul 14.00 hi­ngga 17.30 WIT, dihadiri Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Rifal Efendi Adikusuma, Kanit Tipikor Bripka M Akipay Lessy, tim penyidik dan Wakil Ditreskrimsus Polda Maluku, AKBP Harold Wilson Huwae.

Dalam gelar perkara itu, tim pe­nyidik tipikor Satreskrim memapar­kan, hasil penyelidikan dan bukti-bukti adanya dugaan korupsi dalam SPPD fiktif tahun 2011 di Pemkot Ambon.

Bahkan, siapa saja bertanggung jawab dalam kasus ini juga sudah dikantongi tim penyidik.

“Bukti-buktinya kuat, makanya naik penyidikan. Siapa yang ber­tanggung jawab sudah terungkap. Jadi ikuti saja ya, langkah selan­jutnya,” kata sumber di Polres Pulau Ambon.

Wakil Ditreskrimsus Polda Ma­luku, AKBP Harold Wilson Huwae yang dikonfirmasi tadi malam me­ngakui, penanganan kasus SPPD fiktif Pemkot Ambon tahun 2011 su­dah naik ke tahap penyidikan. “Be­nar tadi sudah digelar dan naik ke penyidikan,” ujarnya, kepada Siwa­lima, melalui telepon selulernya.

Disingung soal siapa saja yang diduga terlibat, mantan Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease ini, enggan berkomentar.

“Kan baru naik tahap penyidikan, nanti akan ditindaklanjuti dan proses pemeriksaan oleh tim penyidik,” ujarnya. (Siwalima)