MALUKUnews, Ambon: Lebih dari 1,5 juta pengguna jaringan Telkomsel di Maluku dan 33 unit ATM di kota Ambon terkena imbas atas kejadian kebakaran dibagian vital kantor Telkom Ambon Selasa (5/2/2019) kemarin.

Hal ini disampaikan General Manager PT. Telkom (Persero) Wilayah Sulawesi Maluku Papua, Haris Setiawan, Rabu (06/02).

Dikatakan, bukan saja jutaan pengguna jaringan Telkom seluler yang menjadi korban, melainkan semua perusahan yang menggunakan jasa telkomunikasi jaringan telkom menjadi korban kejadian tersebut.

"Juga layanan perbankan, ATM sampai maskapai penerbangan yang pakai jasa layanan telekomunikasi dari Telkom, semua terganggu," akui Setiawan.

Setiawan mengaku, pihaknya membutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu untuk menormalkan kembali jaringan telekomunikasi di wilayah Ambon dan sejumlah daerah di Maluku.

Haris mengatakan setelah mesin catu daya mati akibat kebakaran tersebut, saat ini pihaknya mengandalkan baterai. Mesin Catu daya itu menurut Setiawan sebagai penghasil energi listrik maupun mekanik.

"Kapasitas Baterey tidak seberapa dibanding mesin catu daya," paparnya.

Dikatakan, saat ini jaringan seluler 4G yang saat ini telah beransur pulih merupakan jaringan cadangan dari wilayah Kayu Tiga. Kapasitas jarigan cadangan tidak maksimal hanya seper empat dari daya normal 4G pada umumnya.

Setiawan juga mengaku saat ini pihaknya mendatngkat sejumlah perangkat langsung dari Jakarta. Hal ini karena cadangan telkom di Maluku khususnya kota Ambon hanya 1 setelah induk yang baru terbakar itu.

"Kita fokus layanan 4G, jadi saat ini bisa kirim whatsapp tapi belum bisa untuk seluler,” imbuhnya.

Sementara soal transaksi via ATM dirinya mengaku sebanyak 33 mesin ATM di kota Ambon tak dapat difungsikan.

"ATM yang menggunakan jaringan kabel optik saat ini sudah bisa berfungsi," jelasnya.

ATM yang tak berfungsi tersebut menggunakan jaringan kabel tembaga. Selain fokus jaringan seluler 4G, pihaknya juga sedang mengganti jaringan kabel tembaga yang tersambung di 33 ATM. (Nona)