**MALUKUnews, Ambon: **Tim Satgas Pangan Maluku menemukan sebanyak 676 ikan kaleng positif berisi parasit cacing.

Plh Kepala BPOM Ambon Efraim Suru dalam keterangan pers di ruang rapat Kantor Dit­reskrimsus Polda Maluku, Jumat (6/4) mengatakan, satgas pangan telah melakukan pengawasan di 124 sarana dan menemukan tiga merk ikan kaleng yang berisi parasit cacing.

Tiga jenis ikan tersebut yakni Botan makarel dalam saus tomat nomor pendaftaran MD 54392201 9034 produsen PT Bali Maya Per­mai Food Canning Industri nomor BMNSS. Maya ikan makarel dalam saus tomat nomor MD 54391300 6464 produsen PT Maya Muncar Bayuwangi Indonesia bets 4D, Maya ikan makarel dalam saus nomor MD 543913006454 oleh PT Muncar Bayuwangi Indonesia.

“Sejak 22 April hingga hari ini dalam pengawasan, satgas pa­ngan melakukan pemeriksaan terhadap 124 saranan yang ter­sebar di Kota Ambon dan luar kota, dari 124 sarana tersebut ditemukan ada 3 merk yang positif berisi cacing sehingga totalnya 676 kaleng,”kata Efraim.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil pengawasan BPOM pusat, dari 27 merk merupakan produk lokal dan luar negeri, diantaranya 16 produk luar negeri dan 11 produk lokal yang bahannya diimpor dari luar negeri.

Dijelaskan, ikan makarel meru­pakan jenis ikan yang hidup di luar negeri dan ikan tersebut tidak berada di wilayah perairan Indonesia. Oleh karena itu, produksinya lebih banyak dari luar negeri. “Ikan ini tidak berada di Indonesia, kalau pun diproduksi secara lokal itu dikarenakan seluruh bahan-bahannya diimpor dari luar, dan diproduksi oleh perusahaan lokal disini,” jelasnya.

Menurutnya, ikan kaleng makarel yang berisi cacing hanya berada pada nomor registrsi atau bets tertentu, karena tergantung dari proses pengelolaannya. Untuk saat ini lanjutnya, BPOM sedang melakukan pengawasan terhadap pemusnahan dan penarikan pada distirbutor maupun di pelaku-pelaku usaha.

“Intinya kita masih melakukan pengawasan terhadap penarikan dan pemusanahan ikan kaleng ini. Kalau untuk produksi lokal saat ini kita hentikan, begitupun dari impor juga,”ujar Efraim.

Untuk diketahui, ikan kaleng terse­but ketika dikonsumsi dapat meng­aki­batkan alergi dengan timbulnya gatal-gatal dan badan merah-merah. Dan ikan kaleng yang berisi cacing terse­but mengandung cacing amissakis.

“Memang tidak sampak berdampak yang fatal, cuman hanya alergi namun kita harus tetap waspada. Olehnya BPOM mengambil tindakan untuk melakukan penarikan dan pemus­nahan,” pungkasnya.(S-40)

Sumber: koran Siwalima