MALUKUnews, Ambon: Sebanyak lima orang staf dan pejabat di lingkungan kantor pajak di Ambon, dibawa ke Jakarta, Kamis (04/10), pagi.

Kelima orang tersebut sebelumnya terciduk Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK di Ambon.

"Ada sekitar enam orang yang kami amankan dan sekitar lima orang (di antaranya) yang akan dibawa ke Jakarta, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah seperti dilansir detik.com.

"Ada pejabat pajak setingkat KKP (kepala kantor pajak), kemudian ada tim pemeriksa, ketua tim, dan anggota timnya, ada pegawai setempat, dan wajib pajak selaku pihak swasta," imbuh Febri.

Dia mengatakan uang yang diamankan Rp 120 juta (sebelumnya masih dihitung sekitar Rp 100 juta). Mereka yang ditangkap KPK itu saat ini masih berstatus saksi. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif sebelum menentukan status hukum mereka yang terjerat OTT.

"Diduga terjadi transaksi pemberian uang terkait dengan upaya pengurangan pembayaran pajak," kata Febri.

Sebelumnya disebutkan, OTT diinformasikan dilakukan di Ambon dan Papua. Tetapi KPK menjelaskan OTT hanya dilakukan di Ambon. Febri menjelaskan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak di Ambon menangani urusan pajak di Maluku dan Papua.

"Memang kantor yang di Ambon tersebut kalau yang setingkat kanwilnya itu Kanwil Ambon-Papua, tapi yang diamankan dan kami duga terkait transaksi yang kami amankan setingkat KKP di Ambon," sebut Febri. (Qin)