MALUKUnews, Ambon: Tim gabungan dari Kementrian Kelautan, Komisi Empat DPR RI, Balai Budidaya Ikan Ambon dan Pemkot Ambon, Kamis (30/11) siang melakukan kegiatan restocking atau pelepasan kembali ikan ke laut.

Ada sepuluh ribu benih ikan yang dilepas kembali ke laut Teluk Ambon di kawasan pantai waiheru Kecamatan Baguala. Ikan ikan kecil tersebut meliputi ikan kerapu, kakap/, bobara dan ikan hias berbagai jenis.

Sebelum dilepas, benih ikan itu sebelumnya menjalani perawatan dari bertelur hingga menetas, selama tiga bulan di Balai Budidaya Kkan Waiheru. Wakil ketua Komisi Empat DPR RI, Michael Watimena yang ikut serta dalam kegiatan restocking mengatakan, kegiatan ini merupakan budidaya ikan secara berkelanjutan. “ restocking ini merupakan bentuk pelestarian dan budidaya yang terus menerus untuk hasil laut, yakni ikan.” Ungkapnya,

Watimena menambahkan, kegitan ini juga merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk Maluku, hal ini dikarenakan Maluku merupakan salah satu daerah kepulauan terbesar.

“ kegiatan ini tidak berhenti sampai disini, karena Maluku adalah sebagai daerah kepulauan yang nomor dua terbesar di indoensia setelah Kepri, harus mendapat perhatian yang serius dari kementrian kelautan dan perikanan, dan ini adalah salah satunya. “ katanya.

Sementara itu Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan Kementrian Kelautan dan Perikanan, Arik Hari Wibowo mengatakan, pelepasan benih ikan ini, sekaligus untuk menunjukan bahwa Wilayah Ambon, menjadi sentra produksi ikan hias terbesar di Indonesia.

“Kita berharap Ambon menjadi sentralnya produsen ikan hias laut, karena disini ada Balai Budidaya Laut Ambon yang sudah menghasilkan teknologi pembenihan dan pembesaran ikan hias laut. Ada berbagai nemo ada berbagai cardinal fish dan ikan hias laut yang cukup eksotis dan cukup menarik harganya pun berfariasi dari yang lima ribu per ekor sampai 250 ribu rupiah per ekor. “Ungkapnya.

Selain melakukan pelepasan ikan, kegiatan ini juga dirangkai dengan pemberian bantuan benih ikan hias, senilai empat ratus juta rupiah, bagi para kelompok pencinta ikan hias di kota Ambon. (farhan).