MALUKUnews, Ambon: Pemerintah Kota Ambon melalui Inspektoratnya menggelar sosialisasi pencegahan Pungutan Liar (Pungli) kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Lurah, Kepala Desa, Kepala Sekolah SD dan SMP di lingkup Pemkot Ambon. Kegiatan ini di gelar di The City Hotel, Rabu (29/11).

Wali Kota Ambon, Richrad Louhenapessy dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Kota Ambon, AG Latuheru, mengatakan, bahwa Satgas Pungli bertugas melakukan pematauan terhdap hal yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu di luar ketentuan peraturan perundangan, termasuk Perda seperti memberi dan menerima uang serta memungut uang yang tidak diperbolehkan.

Pungli merupakan kegiatan memungut atau meminta biaya secara paksa kepada pihak lain adalah praktek kejahatan atau perbuatan pidana. "Pungli adalah suatu cermin kebobrokan perilaku mental dan spiritual pelaku pungutan, dan hal ini sudah lama terjadi, bahkan sudah menjadi suatu kebiasaan bagi oknum aparatur penyelenggaraan negara dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat," kata Louhenapessy dalam sambutan itu.

Dijelaskan, dengan dibentuknya Tim Sapu Bersih Pungli diharapkan hal-hal yang berhubungan dengan pungutan tidak resmi akan segera ditiadakan. Dengan keterpaduan koordinasi dan kerjasama dari semua pihak agar operasi pemberantasan Pungli dapat berjalam secara efektif dan efisien dengan mengoptimalkan pemanfaatan personal, satuan kerja dan sarana prasarana yang ada, dengan memperhatikan empat fungsi yakni: Intelejen, pencegahan, sosialisasi, penindakan dan yustisi.

Dirinya menghimbauagar seluruh jajaran aparatur pemerintah untuk selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik tanpa ada pengutan dalam bentuk apapun diluar ketentuan yang berlaku.

"Saat ini yang menjadi momok adalah operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Satgas di beberapa tempat, baik yang berstatus ASN maupun aparat penegak hukum," ucapnya.

Baginya, Dengan adanya keterpaduan koordinasi dan kerjasama dari semua pihak. diharapkan operasi pemberantasan pungutan liar dapat benar benar dilakukan dan hasi yang dicapai semakin baik, dan setiap ASN dapat lebih memahami sehingga tidak menimbulkan salah tafsir," tutupnya. (EL)