MALUKUnews, Ambon: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon terus berupaya agar seluruh warga di kota ini memiliki e-KTP dan administrasi kependudukan lainnya. Salah satu upaya yaitu, melalui program jemput bola, dimana pihaknya turun langsung ke setiap kecamatan.

Namun upaya yang dilakukan pihak Disdukcapil ini, tak direspon dengan baik oleh warga kota. Pasal­nya, animo masyarakat untuk meng­u­rus administrasi kependu­dukan mereka, masih sangat rendah. Pada­hal, pihaknya telah berupaya untuk turun langsung ke lapangan mem­berikan pelayanan.

Untuk itu, jika nantinya kedepan, ada masyarakat yang mengalami kesulitan dengan administrasi ke­pen­­dudukannya, maka jangan salah­kan Disdukcapil.

“Persoalannya itu tergantung dari kesadaran masyarakat untuk meng­urus adminstrasi, kemarin kita lakukan perekaman di Kecamatan Nusaniwe, ternyata respon masyarakat tidak terlalu begitu antusias, padahal kita lewat setiap ketua RT untuk sampai­kan, namun sebagian besar hampir tidak hadir, untuk itu janganlah capil yang disalahkan karena kita sudah berupaya untuk seluruh masyarakat miliki e-KTP,” cetus Kepala Disduk­capil Kota Ambon Selly Haurissa kepada wartawan diruang kerjanya, Rabu (6/3).

Berdasarkan hasil data Disduk­capil saat ini kata Haurissa, warga kota yang sudah melakukan pere­ka­man e-KTP namun belum dicetak sebanyak 92 ribu lembar. Sedang­kan yang belum melakukan pereka­man masih cukup banyak.

Pihaknyas sendiri, terus bekerja keras untuk bagimana warga kota yang belum melakukan perekaman atau sudah melakukan perekaman tetapi belum mengambil fisik e-KTP melalui program jemput bola.

“Kita sementara fokus untuk pembersihan di Kecamatan Nusani­we dulu, setelah itu baru di Teluk Ambon, Baguala dan terakhir di Sirimau,” janjinya. (siwalima)