MALUKUnews, Ambon: Tim Verifikasi Faktual (Verfak) dukungan calon perseorangan nyaris tenggelam di Laut Aru. Musibah ini terjadi terhadap anggota Penyelenggara Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Aru Selatan Timur dan Komisioner KPU Kepulauan Aru, Yoseph Sudarso Labok, Minggu (04/02).

“Saya dan teman-teman PPK nyaris tenggelam, setelah dihantam ombak dan angin di Laut Desa Salarem. Beberapa penumpang saat itu jatuh ke laut termasuk driver speed,” ujar Komisioner Yoseph Labok saat dihubungi Malukunews.co, Senin (05/02).

Cuaca alam dan gelombang laut di perairan Laut Aru, Kepulauan Aru, seperti dilaproan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat itu diperkirakan setinggi 2-3 meter, dengan ketiupan angin cukup kencang. Bahkan demi keselamatan dan keamaman, masyarakat dihimbau tidak berlayar dalam kurun tertentu.

“ Kami tidak bermaksud melanggar himbauan dari BMG itu, tetapi tahapan pemilu ini juga jangan sampai terhambat. Karena itu kami selalu menghimbau kepada teman-teman PPK dan PPS agar selalu hati-hati selama bertugas,” ucap Labok.

Proses penyerahan daftar dukungan calon perseorangan ke PPK dan PPS di Kepulauan Aru telah selesai dan saat ini PPS sementara melakukan rekap dan sebagian sudah selesai.

PPK Aru selatan Timur bersama PPS di wilayah itu melakukan Verfakl terhadap 776 dukungan KTP terhadap Balon Pasangan Herman Adrian Koedoeboen dan Abdullah Vanath (HEBAT) yang tersebar di 10 Desa di wilayah itu.

Sesuai jadwal, PPS akan melakukan pleno tanggal 5 Februari dan selanjutnya menyerahkan ke PPK untuk merekaputulasi hingga tanggal 6-7 Februari. Karena tanggal 8-9 direkap pada tingkat KPU Kabupaten Kepulauan. Sedangkan tanggal 10-11 ditingkat Provinsi, dan tanggal 12 februari adalah waktu penetapan bakal pasangan Calon menjadi Calon Gubernur Maluku dan Wakil Gubernur Maluku. (Red)