MALUKUnews, Ambon: Tiga pekan jelang pelaksanaan pemungutan suara dan perhitungan suara 9 Desember 2015 mendatang, Panwaslu Kabupaten Aru sudah mulai melakukan proses perekrutan terhadap petugas pengawas TPS.

Kepada wartawan di Kantor Ba­was­lu Maluku, Komisioner Pan­waslu Aru, Baco Djambumir Rabu (18/11) mengatakan, petugas peng­awas TPS sesuai amanat undang-undang harus mulai direkrut dua puluh tiga hari sebelum proses pemungutan dan perhitungan suara berlangsung.

“Dua puluh tiga hari sebelum proses pungut hitung, jatuh pada tanggal 16 November. Saya baru saja berkoordinasi dengan teman-teman di kecamatan dan proses rekrut KPPS sementara berjalan sekarang,” jelasnya

Dijelaskan, pengawas TPS yang merupakan struktur terakhir dalam lembaga pengawasan akan diusul­kan oleh Petuags Pengawas Lapa­ngan (PPL) kedalam Panwas­cam untuk selanjutnya dilakukan inventaris sebelum akhirnya dite­tapan untuk menjalankan tugasnya.

Djambumbir mengakui, sampai sekarang belum mengetahui berapa pastinya pengawas TPS yang akan direkrut di Aru, karena meskipun ada 226 TPS belum tentu akan direkrut sebanyak itu.

“Andaikata dalam satu desa ada dua TPS, maka harus ada satu pengawas TPS yang akan diangkat, karena di TPS yang satunya akan diawasi oleh PPL. Sementara di desa-desa yang hanya memiliki satu TPS, tidak perlu mengangkat pengawas TPS karena pengawasan akan dilakukan PPL,” tukasnya

Djambumir menambahkan, proses inventarisasi desa yang memiliki lebih dari satu TPS akan dilakukan untuk mengetahui jumlah pasti pengawas TPS yang merupakan garda terdepan pengawasan di daerah. (S5)