MALUKUnews, Ambon: Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku mulai berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku untuk dilakukan tahap II atau penyerahan berkas dan tersangka korupsi dana MTB Aru tingkat provinsi tahun 2011 yakni William Botmir dan Elifas Leaua.

Berkas Botmir yang adalah mantan Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Aru dan Leua mantan Bendahara Pemkab Kabupaten Kepulauan Aru itu segera tahap II setelah JPU menyatakan berkas keduanya P-21 atau lengkap beberapa waktu lalu.

“Kita masih koordinasi JPU untuk tentukan waktunya dilakukan tahap II,” jelas Direskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol Sulistyono kepada Siwalima, di ruang kerjanya Senin (23/2).

Dikatakan, diupayakan koordinasi dilakukan pekan ini juga, agar kedua tersangka itu perkaranya sampai ke pengadilan. Dalam kasus ini, polisi menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Dua orang sudah divonis Pengadilan Tipikor yakni Wakil Bupati Aru Nonaktif, Umar Djabumona dan mantan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Aru, Ambo Walay.

Djabumona divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor Ambon dan sementara menunggu putusan kasasi Mahkamah Agung (MA). Sedangkan Ambo Walay divonis satu tahun penjara, dan jaksa sementara melakukan banding.

Selain itu, empat tersangka lainnya yakni istri Wakil Bupati Kepulauan Aru nonaktif Ny Henny Djabumona, anggota KPU Aru Jermina Larwuy; Bendahara KPU Aru Reny Awal; serta pemilik Rumah Makan Prima Rasa Jefry Oersepuny sementara menjalani persidangan juga di Pengadilan Tipikor Ambon.. (siwalima)