MALUKUnews, Ambon: Masyarakat Kepulauan Aru yang berada di Bali, yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Aru se-Bali (IKARU-BALI), melayangkan surat terbuka kepada Penjabat Bupati Kepualuan Aru, Angelius Renjaan. Surat tertbuka ini terkait agenda kunjungan staff SKK MIGAS ke Kota Dobo, pada tanggal 28 September 2015 lalu.

Surat terbukan ini ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris IKARU-BALI, Haroly Chundrat Darakay S.Si dan Any Palaler. Surat terbuka ini juga dikirim ke redaksi Malukunews.co, Senin (12/10). Berikut ini surat terbuka kami publikasikan secara utuh.

Kepada Yth :

Penjabat Bupati Kab. Kepulauan Aru

Bpk. Angelius Renjaan

Di –

Dobo

Salam Jel Ja Kaka

Kami Ikatan Keluarga Aru se-Bali merupakan organisasi kecil yang menghimpun semua putra-putri asal Kabupaten Kepulauan Aru yang merantau di pulau Bali. Meskipun jauh di rantau orang namun kami masih peduli terhadap berbagai hal yang terjadi di tanah leluhur kami Jar Garia.

Melalui surat terbuka yang singkat ini, kami memohon penjelasan yang detil oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru perihal agenda kunjungan staff SKK MIGAS ke Kota Dobo. Adapun alasan surat ini kami sampaikan sbb: 1. Jaminan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik bahwa semua warga Negara berhak mengakses berbagai informasi publik. Setiap instansi atau lembaga publik wajib terbuka terhadap berbagai informasi publik apalagi hal-hal yang menyangkut hak dan kepentingan rakyat banyak.

  1. Hingga hari ini, Pemda Kab. Kepulauan Aru masih diam seribu bahasa tentang agenda kunjungan staff SKK MIGAS. Sebagaimana diketahui bersama SKK MIGAS merupakan badan penyelenggara pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, sementara wilayah kelautan Aru sendiri mengandung sumber minyak dan gas yang sedang menjadi incaran banyak pihak baik Negara maupun investor. Mengingat hal tersebut maka selayaknya seluruh masyarakat Aru mendapat informasi tentang agenda kunjungan staff SKK MIGAS di kota Dobo.

  2. Kami tidak mencurigai adanya hal negatif dalam kunjungan tersebut, namun demikian mendapat informasi detil mengenai kunjungan tersebut adalah hak kami sebagai warga Negara maupun masyarakat Aru. Tak dapat dipungkiri bahwa pengalaman buruk beberapa tahun lalu tentang kasus PT.Menara Group masih membekas dalam sanubari kami, sehingga kami dituntut untuk ekstra hati-hati terhadap kapitalis-kapitalis nakal yang mencoba menjajah dan merampas hak-hak kami masyarakat Aru.

  3. Tanah, laut, udara dan hutan di wilayah Aru merupakan warisan leluhur yang menyimpan berbagai sumber penghidupan kami sekarang hingga seribu tahun lagi. Oleh sebab itu kami tak mau menyerahkannya kepada para kapitalis nakal demi kepuasan sesaat. Demikian surat terbuka ini kami sampaikan dengan besar harapan mendapat respon baik dari Pemda Kabupaten Kepulauan Aru.

Denpasar 11 Oktober 2015

Ttd:

IKATAN KELUARGA ARU se-BALI

Any Palaler (Sekretaris) Haroly Chundrat Darakay S.Si (Ketua) Sekr