MALUKUnews, Ambon: Sejumlah elemen masyarakat di Ambon melakukan aksi unjuk rasa di kantor gubernur Maluku. Dalam aksi ini mereka menolak perusahan PT. Menara Group untuk tidak beroperasi di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, Jumat (15/11), siang.

Sejumlah elemen yang melakukan aksi turun jalan itu adalah Lembaga Kalesbang Lingkungan Maluku, Koalisi Pemuda dan Masyarakat Adat Aru dan Aliansi Mahasiswa Peduli Aru.

Menurut Samsul Bahri, salah satu orator dalam aksi ini, mengatakan, mereka menolak keras Konsorsium PT. Menara Group untuk melakukan aktifitasnya di Aru, karena dinilai perusahan tersut akan merugikan masyarakat.

Sementara, menurut orator lain dalam aksi itu, Costansius Kolatfeka, ia mendesak Polda Maluku supaya memanggil dan memeriksa mantan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dan Mantan Bupati Kepualaun Aru, Teddy Tengko. Kedua mantan pejabat itu telah memberikan ijin kepada PT.Menara Group untuk membabat habis hurtan Aru. “ Pemberian ijin kepada perusahan itu tidak sesuai prosedur jadi Ralahalu dan Tengko harus ditangkap. Mereka telah membuat masyarakat kami susah,” terik Kolatfeka.

Setelah satu jam berorasi, utusan para pendemo yang berjumlah lima orang kemudian dipoersilahkan masuk ke dalam kantor gubernur untuk menyampaikan aspirasinya. (Mg01)