MALUKUnews, Ambon: Sesosok mayat ditemukan saat tergantung diatas pohon di hutan Desa Waesili, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, kemarin.

Sosok mayat dewasa itu pertama kali ditemukan pasangan suami istri yang saat itu pergi ke hutan. Mereka kemudian melaporkan peristiwa itu kepada kepala desa Waesili dan kemudian kepala desa tersebut melanjutkan laporannya kepada pihak kepolisian. Polisi kemudian bergerak cepat, mereka dibantu masyarakat setempat berangkat ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang ada di gunung yang tak jauh dari perkampungan Waesili. Mereka kemudian saling membantu untuk menurunkan sosok mayat yang tak dikenal itu dari dari atas pohon.

Setelah berhasil dievakuasi, tak ada satupun warga Desa Waesili maupun desa tetangga yang mengenal sosok mayat itu. Mayat saat ditemukan itu jasadnya sudah hancur. Yang ada hanya tulamg-belulangnya saja. Polisi dan warga setempat kemudian bersepakat untuk langsung menguburkan mayat yang sudah hancur itu.

Kapolsek Waesama, Iptu Zainuddin yang dihubungi Malukunews.co, Senin (03/12), pagi, via ponselnya, membenarkan, ada penemuan mayat yang tergantung diatas pohon lansat itu. Kata Kapolsek, hingga kini belum ada satupun warga di kecamatan Waesama yang mengaku kehilangan anggota keluarganya. “ Karena tak ada yang mengaku, maka mengingat jasad mayat yang sudah hancur, maka selaku orang yang beriman, kami bersama masyarakat setempat kemudian mengubukannya secara bersama,” ujar Kapolsek.

Kata Kapolsek, belum diketahui pasti motif pembunuhan ini, namun kami terus melakukan penyelidikan atas peristiwa ini. “ Memang, sikitar dua bulan lalu, kami mendengar informasi dari kepala desa Waetawa, bahwa, ada seorang warga Desa Luhu di Seram Bagian Barat (SBB) yang bernama Jais Mahu yang sementara berada di Waetawa hilang. Jais Mahu itu berada di Wetawa dalam rangka bertepatan dengan musim cengkeh. Pada suatu malam ia hilang tanpa ada kabar berita dan hingga kini belum ditemukan. “ Apakah sosok mayat yang ditemukan itu adalah Jais Mahu, kami belum bisa menyimpulkannya, kami masih melakukan penyelidikan,” ujar Kapolres. (Qin)