MALUKUnews, Ambon: Seorang bayi berusia tiga minggu dilaporkan tewas akibat gempa 5,4 skala Richter yang mengguncang Kecamatan Ambalau, Kabupaten Buru Selatan, Maluku, Minggu (17/1/2016). Gempa tersebut juga menyebabkan 11 warga luka-luka.

"Dari data yang kami himpun langsung di lapangan, tercatat ada 11 orang yang mengalami luka dan ada salah seorang bayi berusia 3 minggu yang meninggal dunia," kata Kepala BPBD Buru Selatan, Awat Mahulauw, via pesan singkat, Senin (18/1/2016).

Dia menjelaskan, dari 11 orang yang mengalami luka, 3 orang luka berat dan 8 orang lainnya mengalami luka ringan. Menurut dia, semua korban luka merupakan warga Desa Masawoy dan warga Desa Ulima.

"Korban luka semua berjumlah 11 orang, 4 orang di Desa Masawoy, dan 7 lainnya di Desa Ulima. Dari jumlah itu, tiga orang terluka parah," katanya.

Dia mengungkapkan, 11 warga yang terluka itu umumnya terkena reruntuhan bangunan rumah yang ambruk saat gempa terjadi. Saat ini, dia melanjutkan, para korban masih dirawat secara intensif.

"Banyak yang terkena reruntuhan bangunan, termasuk juga bayi yang meninggal itu," ungkapnya.

Dia mengaku, data jumlah korban luka dan meninggal dunia itu diperoleh berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan oleh BPBD di tiga desa, yakni di Desa Ulima, Desa Masawoy, dan Desa Kampung Baru. Sementara itu, empat desa lainnya hingga kini masih dalam pendataan.

"Baru tiga desa yang selesai kami data, dan empat desa lainnya masih dalam pendataan,” katanya lagi.

Gempa tektonik berkekuatan 5,4 SR mengguncang Buru Selatan, Minggu (17/1/2016) sekitar pukul 08.22 WIT. Pusat gempa berada di 3,80 LS dan 127,28 BT dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut berada di 66 kilometer tenggara Buru Selatan dan 99 kilometer barat daya Pulau Ambon. (kompas.com)

Penulis : Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty Editor : Caroline Damanik