MALUKUnews, Ambon: Kawasan pertambangan emas Gunung Botak, Dusun Wamsait, Ke­camatan Waelata Kabupaten Buru, Senin (20/3) bebas dari aktifitas penambang.

Ratusan aparat ke­amanan, sejak Senin (20/3) pagi mulai mem­bongkar tenda-tenda penambang yang dibangunan di ka­wasan Gunung Botak.

Saat penyisiran kawasan tambang gunung botak sudah tidak lagi ber­penghuni. Para pe­nambang dan warga adat telah mengosongkan lokasi tersebut terakhir Minggu (19/3) sore.

Peralatan penambang juga telah diangkut dan yang tersisa hanya tenda-tenda yang kemudian dibongkar aparat keamanan.

Informasi yang dihimpun Si­walima menyebutkan, pe­nyi­siran kawasan Gunung Botak dipimpin Direktur Sab­hara Polda Maluku selaku Ko­man­dan Satgas, Kombes Irwan.

Turut serta juga Karo Ops Polda Maluku Kombes Nyo­man, Kapolres Buru AKBP Leo Simatupang, Kasrem 151/Binaiya Letkol Inf Cristian P Sipahelut, Dandim 1506/Namlea Letkol Kav Shindu Hanggara, Koman­dan Detasemen Brimob Ma­luku Kompol Alex Tobing dan Komandan Peleton Zeni Kompi Markas Yonmar­han­lan IX Letda Marinir Muhyidin.

Para personil terlihat me­nuju lokasi Gunung Botak me­lalui jalur D Dusun Wam­sait pada pukul 09.30 WIT. Sekitar 30 menit kemudian, para personil tiba di lokasi penyisiran dan langsung membongkar tenda-bekas penambang ilegal.

Hingga sore hari, lokasi gunung batu dan dari arah kali Anahoni telah bersih semen­tara, dijadwalkan, Selasa (21/3) dilanjutkan penyisiran di lokasi Gogorea Kecamatan Waeapo Kabu­pa­ten Buru.

Sementara itu, kepada Si­wa­lima melalui telepon selu­lernya, Senin (20/3), Ca­reta­ker Bupati Buru Ismael Use­mahu menjelaskan, hi­ngga saat ini aparat keama­nan ma­sih terus bekerja untuk mela­kukan pember­sihan. “Masih dilakukan pembersihan ten­da-tenda yang pernah ditem­pati pe­nambang,” katanya.

Walaupun begitu, Usema­hu memastikan, ratusan pe­nambang emas ilegal yang tersisa, telah angkat kaki dari Gunung Botak.

“Mereka sudah angkat kaki dari Gunung Botak. Tersisa 100 - 125 penambang, dan mereka semua sudah tidak ada lagi. Sekarang ini aparat fokus pembersihan,” ujar­nya.

Usemahu sangat berte­rima kasih, karena pember­sihan Gunung Botak kali ini, tidak mengalami masalah, tidak ada keributan, sehi­ngga pembersihan bisa berjalan dengan aman. “Pembersi­han berjalan dengan aman, tidak ada ma­salah yang me­ngkhawatir­kan,” tegasnya.

Sebelumnya, ratusan apa­rat keamanan yang dikerah­kan dari Ambon, tiba di Nam­lea, Kabupaten Buru, Sabtu (18/3) dan mulai me­lakukan pe­nyisiran, Minggu (19/3) pagi.

Ratusan personil aparat ke­amanan itu terdiri dari Bri­mob 1 kompi, Sabhara 2 pe­leton, Reskrim Intel 1 pe­leton, TNI AD 1 kompi, Satpol PP 1 pe­leton, TNI AL 1 pe­leton, Bri­mob Polres Buru 2 peleton, Sab­hara Polres 1 pelaton, ins­pektur tambang dari Dinas ESDM Maluku sebanyak 10 orang.

Beberapa hari lali, Gu­bernur Maluku, Said Assa­gaff mengultimatum pengo­so­ngan kawasan tambang emas Gunung Botak.

Hari Jumat (17/3) batas ak­hir keberadaan ribuan pe­nambang ilegal di kawasan “lumbung emas” itu. (siwalima)