MALUKUnews, Namlea: Wakapolres Pulau Buru Kompol Irfan Reza menyatakan, pihaknya akan bertindak profesional dalam menangani kasus dugaan pemerkosaan yang melibatkan oknum anggota Polres Pulau Buru, Bripka AM alias Ahmad.

Dikatakan, terkait kasus yang menimpa korban RA atas dugaan pemerkosaan yang dibekali dengan ancaman penyebaran foto bugil milik korban yang dilakukan oleh oknum anggota polisi itu sudah masuk tahap pemeriksaan korban. Bahkan dalam kasus tersebut, ada dua pelaku yakni satu merupakan anggota Polri dan satu lainnya merupakan masyarakat yang mana kedua pelaku tersebut masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

Dijelaskan, untuk pelaku yang merupakan masyarakat itu yakni RL sudah dilaporkan ke SPK Polres Buru dan akan ditangani oleh SAT Reskrim Polres Pulau Buru. Kata Irfan, dirinya memerintahkan SAT Reskrim Polres Pulau Buru untuk melakukan pengusutan terhadap kasus tersebut untuk kedua pelaku. Pemeriksaan Reskrim berjalan bersamaan dengan pemeriksaan Propam Polres Buru terhadap oknum anggota Polri itu.

Dikatakan, alasan kasus tersebut dengan dua pelaku itu di tangani oleh SAT Reskrim Polres karena ada melibatkan masyarakat yang merupakan pelaku utama dan anggota Polri merupakan pelaku kedua. Jadi kasus itu akan berjalan bersamaan dengan pemeriksaan Propam Polres terhadap pelaku kedua.

"Mengingat itu Juga berkaitan denga pidana umum maka beta perintahkan reskrim tangani 2 tersangka itu di pidana umum. Kalau pidana umum terbukti sudah pasti pelanggaran kode etik akan mengikuti. Kemudian sambil jalan pidana umum, maka propam tangani terkait pelanggaran kode etik anggota tersebut,"jelas Wakapolres Pulau Buru.

Dirinya juga mengatakan, korban masih sementara dimintai keterangan. Jika sudah selesai, maka kedua pelaku akang langsung diamankan dan diperiksa terkait kasus tersebut. "Intinya, kita akan melakukan tugas kita secara profesional dan tidak ada tebang pilih. Jika kasus tersebut terbukti maka akan diproses sesuai ketentuan UU yang berlaku, tandasnya.

Diketahui, setelah melakukan pelaporan terhadap oknum anggota polisi, kini korban melaporkan kasus yang sama yakni pengancaman dan pemerkosaan

Pada Selasa tanggal (5:9) pukul 12.00 WIT, Pelapor melaporkan bahwa pada hari dan tanggal yang sudah tidak diingat lagi yaitu pada bulan Desember 2014 sekira pukul 13.00 WIT telah terjadi Tindak Pidana Pemerkosaan dan atau Pencabulan yang dilakukan oleh RUDI LONGA ( Terlapor ) kepada Pelapor di Penginapan 2 Putra dekat Kampus Iqra Buru, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru.

Sesuai dengan Laporan Polisi diuraikan, Awalnya Pelapor mendapat ancaman dari Terlapor bahwa Terlapor memiliki Foto – foto bugil Pelapor yang didapatkan oleh Terlapor ketika HP Pelapor hilang dan ditemukan oleh Terlapor, kemudian terlapor mengancam akan menyebarkan foto – foto tersebut apabila Pelapor tidak mau mengikuti keinginan dari terlapor yaitu melakukan hubungan badan layaknya suami istri dengan terlapor.

Karena merasa takut akhirnya pelapor mengikuti kemauan dari terlapor dan terlapor mengajak Pelapor untuk menuju ke Penginapan 2 Putra sekitar Kampus Iqra Buru, setelah sampai di penginapan , terlapor langsung memaksa pelapor untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

Berselang 2 hari dari kejadian pertama, kemudian terlapor mengajak lagi pelapor untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri di rumah kosong terlapor di desa Biloro, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan dengan ancaman yang sama, begitupun kejadian ke tiga dilakukan di rumah kosong milik terlapor. Atas kejadian tersebut, Pelapor mendatangi Mapolres Pulau Buru untuk melaporkan kejadian tersebut guna proses selanjutnya. (Cal )