MALUKUnews, Ambon: “Kalau sosialisasi kita sudah lakukan setiap saat. Minggu lalu kita juga sita 17 kilogram sianida, dan saat ini kita sedang memantau 300 kilogram sianida yang sesuai informasi sedang masuk di Buru.”

Aksi penertiban ribuan petambang ilegal di kawasan Gunung Botak, Desa Wamsait, Kecamatan Wailata, Kabupaten Buru, Maluku berlangsung ricuh. Dalam aksi itu, Kapolres Pulau Buru, AKBP Aditya B Satrio dan Dandim 1506 Namlea Letkol Kav Sindhu Hanggara ikut dihadang ratusan petambang ilegal.

Kericuhan terjadi setelah Kapolres dan Dandim bersama ratusan aparat gabungan TNI dan Brimob hendak memasuki jalur H kawasan Desa Wamsait untuk menertibkan peredaran sianida dan mercuri di kawasan tersebut pada Kamis (15/2).

Saat itu para petambang ilegal yang tidak terima ditertibkan mengamuk sambil menghadang aparat dengan kayu dan senjata tajam berupa tombak dan parang. Mereka juga ikut memblokade akses jalan menuju kawasan Gunung Botak.

Akibat insiden itu ratusan aparat gabungan tak dapat melakukan penyisiranke Gunung Botak. Hingga saat ini ruas jalan menuju kawasan Gunung Botak masih diblokade ratusan petambang ilegal di kawasan tersebut.

“Saya sempat dihadang bersama Pak Dandim. Ada juga Anggota DPRD yang dikejar oleh petambang,”kata Kapolres kepada waratwan di Namlea, Jumat (16/2).

Dia menjelaskan, aksi penertiban yang dilakukan pihaknya itu untuk menertibkan peredaran penggunaan sianida dan mercuri yang ada di kawasan Gunung Botak. Dalam penertiban itu pihaknya menerjunkan sebanyak 120 persone gabungan TNI Polri yang terdiri dari 30 personel brimob, 30 personel Polres dan 30 anggota TNI ditambah Satpol PP.

“Tapi jumlah petambang juga sangat banyak, bahkan mungkin paling terbanyak selama aksi protes selama ini,”ujarnya.

Dia mengaku, sejauh ini pihaknya bersama TNI dan pemerintah daerah sudah berulang kali melakukan sosialisasi kepada para petambang untuk tidak menggunakan sianida dan mercuri, namun faktanya ada saja peredaran zat berbahaya tersebut di lokasi tambang.

“Kalau sosialisasi kita sudah lakukan setiap saat. Minggu lalu kita juga sita 17 kilogram sianida, dan saat ini kita sedang memantau 300 kilogram sianida yang sesuai informasi sedang masuk di Buru,”paparnya.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya bersama pemerintah daerah setempat telah menyiapkan maklumat kepada para petambang ilegal untuk segera angkat kaki dari kawasan Gunung Botak. Pihaknya juga akan terus melakukan penertiban jika aktivitas penambangan illegal masih terus berlangsung di kawasan itu.

“Kalau masih melawan langkah tegas akan kita tempuh. Intinya kita sudah siapkan maklumat dan tinggal diberikan saja,”ujarnya.

Dia menambahkan kericuhan tersebut terjadi lantaran ada sejumlah oknum yang memprovokasi para penambang di akwasan tersebut,”Ada oknum-oknum yang sengaja memprovokasi warga untuk melakukan penghadangan itu,”ujarnya. (Sumber: Kabar Timur)