MALUKUnews, Ambon: Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi mempersilakan tim Tipikor Ditreskrimsus Polda Maluku memeriksa Sekda Ahmad Assagaf.

Assagaf diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi SPPD dan uang makan minum tahun 2015-2007 milyaran rupiah. “Silakan saja,” ujar Umasugi seperti diberitakan koran Siwalima hari ini.

Umasugi mengaku belum tahu kalau Ahmad Assagaf juga akan turut di­periksa. Sebab, surat yang dikirim hanya menginfor­ma­sikan, kalau bendahara rutin, La Joni Ali yang diperiksa.

Ia juga mengaku tidak tahu menahu soal dugaan ko­rupsi SPPD dan uang makan minum tahun 2015-2017 yang sementara diusut oleh tim Tipikor Dit­reskrimsus Polda Maluku.

Namun begitu, Umasugi tidak akan berupaya mengha­la­ngi kerja tim tipikor Dit­reskrimsus. Ia membuka pintu seluasnya agar tim tipikor memeriksa bawahannya.

Sementara itu, Taib War­hangan, kuasa hukum dari La Joni Ali, yang dihubungi ter­pisah menjelaskan, kalau kliennya sudah dua hari dipe­riksa tim Ditreskrimsus.

Ia diperiksa di salah satu ruang kerja reskrim Polres Pulau Buru. Ada sejumlah per­tanyaan yang diajukan ke­pada kliennya dan semua dijelaskan dengan baik.

Warhangan enggan mem­buka jalannya pemeriksaan kliennya. Ia hanya menje­las­kan, tetap mendampingi La Joni saat diperiksa pada hari Selasa (24/4) dan Rabu (25/4).

“Jadi masih tetap dimintai keterangan terkait dengan pe­nyesuaian berkas,” ungkap­nya.

Memasuki hati ketiga, pasca tim Tipikor Ditres­krim­sus menggeledah kantor Bu­pati Buru, suasana kerja di kantor tersebut pada hari Kamis (26/4), berjalan seperti biasa.

Aktivitas di ruang kerja bendahara rutin juga berlang­sung normal dan La Joni sejak pagi juga masuk kantor.

Dua kali La Joni datang ke ruang kerja Asisten I. Ia tetap ceriah seperti biasanya.

Sedangkan sekda Ahmad Assagaf yang paling dicari tim Tipikor Ditreskrimsus, masih juga belum masuk kantor. “Pak sekda masih di luar daerah,” ujar satu staf.

Sejumlah pejabat Pemkab Buru turut menyayangkan lambannya Assagaf kembali ke Namlea. “Pulang saja sece­patnya dan beri keterangan, karena beliau KPA,” ujar salah satu diantara mereka.

Mereka khawatir jangan sampai Assagaf dijemput di Bandara Pattimura Laha oleh tim Ditreskrimsus.

“Kalau penyidik cegat di Laha lalu diajak ke Polda dan disorot kamera wartawan, kan sangat memalukan. Sekalipun beliau belum tentu bersalah, tapi image di publik sudah menjadi sentimen negatif,” kata pejabat lainnya.

Sulit Lolos

Sekda Kabupaten Buru, Ahmad Assagaf sulit lolos dari bidikan tim Tipikor Dit­reskrimsus Polda Maluku.

Selaku kuasa pengguna ang­garan (KPA), Ahmad Ass­agaf bertanggung jawab atas dugaan korupsi perjalanan dinas dan uang makan minum tahun 2015-2017 bernilai mil­yaran rupiah.

Tim Ditreskrimsus masih terus melakukan pemeriksaan, dan mendalami dokumen-do­kumen yang disita saat peng­geledahan di Kantor Bupati Bupari Buru, Selasa (24/4).

“Kalau dari sisi bertang­gungjawaban, Sekda tidak mungkin lolos. Sekda yang bertanggung jawab, dia kan KPA. Jadi mana mungkin lolos,” kata salah satu staf di Pemkab Buru, kepada warta­wan, Rabu (25/4).

Ia mengaku, gebrakan yang dilakukan tim Tipikor Ditres­krimsus Polda Maluku mem­buat geger tidak hanya di kantor bupati, tetapi juga Kota Namlea.

“Gebrakan Polda Maluku bikin heboh. Para pejabat di kantor bupati jadi galau. Mereka lagi mikir siapa yang akan mendapat giliran diperik­sa,” ujarnya. (Siwalima)