MALUKUnews, Namlea: Tim Tipikor Reskrimsus Polda Maluku menggeledah ruang kerja Bendahara Rutin Pemkab Buru, Selasa (24/5). Dari ruangan tersebut disita sejumlah dokumen yang diduga kuat ada kaitan dengan kasus korupsi Sekda Buru, Drs. Ahmad Assagaf.

Kapolres Pulau Buru, AKBP Adithyanto Budi Satrio membenarkan tim tipikor reskrimsus Polda Maluku ada menggeledah di kantor Bupati. Menurut Kapolres, ia tadi satu pesawat dengan tim dari Polda. Kasus ini ditangani oleh polda dan polres hanya diminta memback up.

Kasus dugaan korupsi yang dibidik tipikor terkait dugaan penyalahgunaan SPPD fiktif dan lumsum/uang makan di sekertariat daerah.

Ada laporan yang mengungkapkan kalau terjadi penyimpangan dana tersebut di tahun anggaran 2015, tahun anggaran 2016 dan tahun anggaran 2017. Kapolres tidak merinci lebih lanjut soal kasus itu. Namun ditambahkan kalau masalah tahun 2015 dan tahun 2016 sudah selesai diaudit BPK. "Tahun 2017 sementara diaudit," namun untuk ketiga kalinya tim reskrimsus polda datang ke buru untuk kasus ini. Ungkap Kapolres.

Wartawan koran ini lebih jauh melaporkan, tim tipikor reskrimsus Polda Maluku tiba di Namlea Selasa pagi dengan pesawat Wings Air. Dari Bandara, tim pimpinan Oce Latuheru ini langsung menuju Mapolres Pulau Buru. Mereka melaporkan kedatangan dan meminta pengamanan karena akan melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Buru.

Saat rombongan tiba di kantor bupati, suasana kantor terlihat sepi. Kantor sebesar itu hanya ditunggui Asisten II. Drs. Abas Pelu dan Asisten III Drs. Mansur Mamulaty Setelah menjelas maksud kedatangan, tim tipikor langsung menuju ruang kerja Bendahara Rutin, La Joni Ali. Saat itu, La Joni masih berada di ruangannya. Selama beberapa jam berada di dalam untuk melakukan penggeledahan di sana.

Semuanya dilakukan tertutup dan beberapa tamu yang hendak ke ruang kerja tersebut akhirnya memilih pulang. Selama ruang kerja La Joni Ali digeledah, dan hampir selesai baru Asisten III yang datang ke sana. Ia ikut menyaksikan aksi penggeledahan itu. Ada beberapa dokumen dari ruang kerja yang diambil dan disita. Dokumen itu disi dalam 1 karton AC sharp dan 1 karton aqua Jam 14.00 wit, tim meninggalkan ruang kerja La Joni Ali sambil membawa dokumen yang disita menuju Mapolres Pulau Buru. Bendahara Rutin, La Joni juga ikut ke Mapolres Buru.

Ketika ditanya wartawan, La Joni Ali juga belum mau bercerita soal penggeledahan tadi. Jam 15.30 wit, Asisten II, Abas Pelu dan Asisten III, Mansur Mamulaty juga datang ke Mapolres Buru.

Pada jam 15.31, Tim tipikor membawa La Joni Ali ke salah satu ruang kerja reskrim untuk diperiksa. Ia didampingi kuasa hukum M. Thaib Warhangan, SH MH."Hanya dimintai keterangan biasa, saya yang akan mendampingi,"jelas Warhangan. Sementara upaya Abas Pelu dan Mamulaty bertemu ketua tim tipikor dari Polda gagal. Oce Latuheru memilih memantau pemeriksaan La Joni Ali dari pada bertemu kedua pejabat ini.

Pelu dan Mamulaty mengaku diutus bupati untuk menjelaskan kesalah fahaman sampai terjadi aksi penggeledahan tadi. Menurut Pelu, ada surat yang dikirim ke Bupati Buru untuk memanggil Sekda Drs. Ahmad Assagaff dan Bendahara Rutin La Joni Ali, Keduanya akan dimintai keterangan pada Senin lalu (23/4). Namun kata Pelu, suratnya di kasih ke Satpol PP dan kemudian di berikan ke Ajudan Bupati, sehingga bupati tidak mengetahuinya. (TT)