MALUKUnews: Terkait pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS, ada beberapa hal yang perlu diingat masyarakat. Perilaku sederhana yang diterapkan dapat membuat seseorang terhindar dari HIV AIDS. Ada pula cara menangani HIV AIDS ketika seseorang terbukti berisiko terkena penyakit tersebut.

Pada Seminar Nasional dalam Rangka Hari AIDS Sedunia di Hotel Horison, Jayapura beberapa hari lalu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sigit Priohutomo mengungkapkan, beberapa hal tentang penanggulangan HIV AIDS.

Pertama, bagi yang belum pernah melakukan perilaku berisiko (seks bebas, seks tidak aman, narkoba suntik), tetap pertahankan perilaku aman. Kedua, bila sudah pernah melakukan perilaku berisiko tersebut, segara lakukan tes HIV. Tes HIV akan menunjukkan, apakah Anda berisiko tertular HIV AIDS.

Ketiga, bila tes HIV negatif, sebaiknya tetap berperilaku aman. Jauhi hal-hal dan perilaku yang berisiko menularkan HIV. Keempat, bila tes HIV positif, selalu gunakan kondom saat berhubungam seksual.

“Patuhi petunjuk dokter dan minum obat antiretroviral (ARV) secara teratur. Ini agar hidup tetap produktif walaupun positif HIV,” kata Sigit sesuai rilis yang diterima Health Liputan6.com, ditulis Minggu (2/12/2018). Sigit menekankan, cara kelima bila bertemu Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) bersikaplah wajar. Hindari mendiskriminasi atau memberikan cap negatif. Sebaliknya, Anda bisa memberikan dukungan dan menyemangatinya.

Keenam, jika berinteraksi dengan ODHA, jangan takut tertular. Beberapa orang mungkin masih merasa cemas dan menganggap, bersentuhan dengan ODHA dapat membuat diri ikut tertular.

“Virus HIV itu tidak menular, mau melalui sentuhan, keringat, maupun berbagi makanan. HIV hanya menular melalui cairan kelamin dan darah,” jelas Sigit.

Hari AIDS Sedunia diperingati setiap tanggal 1 Desember sebagai peringatan atas tingginya kasus HIV AIDS. Tema Nasional HAS tahun 2018 adalah “Saya Berani, Saya Sehat !”. Untuk mengurangi risiko penularan virus HIV, masyarakat juga bisa sukarela memeriksakan diri untuk mengetahui status HIV-nya.

Adapun tujuan pencegahan dan pengendalian HIV AIDS demi mewujudkan target Three Zero pada 2030. Target dunia itu meliputi tidak ada lagi penularan HIV, tidak ada lagi kematian akibat AIDS, dan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi pada ODHA (liputan6.com)