MALUKUnews: Hepatitis, atau peradangan hati, merupakan salah satu penyakit berbahaya dan mengancam nyawa. Penyebab hepatisis beragam, mulai dari infeksi, obat-obatan, hingga penyakit autoimun. Meski demikian, dalam masyarakat, penyakit hepatitis sangat melekat dengan infeksi hati akibat virus hepatitis. Ada beberapa jenis virus hepatitis, tetapi yang paling sering dijumpai adalah hepatitis A, B, dan C.

Lalu, bagaimana cara mencegah penularan infeksi virus hepatitis tersebut? Simak ulasannya di bawah ini.

Apa dampak infeksi hepatitis?

Infeksi virus hepatitis A biasanya bersifat akut sehingga dapat menimbulkan gejala seperti kuning, mual, muntah, dan lemas dalam waktu yang cepat. Hepatitis A akan sembuh sendirinya, namun jika infeksi yang terjadi sangat berat, dapat terjadi gagal hati akut dan menyebabkan kematian.

Sementara itu, infeksi hepatitis B dan C sebagian besar bersifat kronis sehingga menimbulkan kerusakan hati (sirosis hati). Kerusakan hati nantinya akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Ini jelas, mengingat hati memiliki banyak fungsi penting seperti memetabolisme berbagai obat dan zat kimia, menetralisir racun, menghasilkan albumin dan faktor pembekuan darah, tempat penyimpanan cadangan makanan, pengaturan produksi hormon, dan sebagainya.

Bagaimana cara mencegah infeksi virus hepatitis?

Pencegahan virus hepatitis dilakukan sesuai dengan cara penyebaran masing-masing virus hepatitis tersebut. Berikut uraian cara pencegahan masing-masing infeksi virus hepatitis.

Hepatitis A Virus hepatitis A terutama ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar. Untuk itu, cara pencegahan infeksi hepatitis A adalah:

Gunakan sumber air yang bersih karena wabah hepatitis A biasanya terjadi akibat sumber air yang tercemar virus hepatitis A. Hindari makan di tempat yang tidak terjamin kebersihannya. Jika Anda memasak sendiri, pilih bahan makanan dengan kualitas baik, cuci bahan makanan dengan bersih, masak hingga benar-benar bersih, serta perhatikan kebersihan tangan dan alat makan yang Anda gunakan di rumah. Melakukan vaksinasi hepatitis A. Vaksin hepatitis A dapat diberikan mulai usia 2 tahun, diberikan 2 kali dengan jarak 6-12 bulan.

Hepatitis B Hepatitis B ditularkan melalui darah, semen, atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi. Pencegahan hepatitis B dapat dilakukan dengan vaksinasi. Vaksinasi hepatitis B mulai diberikan sejak lahir, usia 2, 3, 4, dan 18 bulan. Setelah dewasa, pemberian vaksin hepatitis B dapat diulang sebanyak 3 kali pemberian dengan jarak masing-masing pemberian minimal 4 minggu.

Pemberian vaksin pada orang dewasa terutama diperlukan bagi para petugas kesehatan atau orang-orang yang berisiko terinfeksi hepatitis B seperti memiliki penyakit ginjal, hati, atau HIV, memiliki pasangan seks lebih dari satu, homoseksual, tinggal bersama orang dengan hepatitis B, dan melakukan perjalanan ke daerah wabah hepatitis B.

Selain vaksinasi, cara mencegah infeksi virus hepatitis B adalah dengan menghindari kontak cairan atau darah dengan orang lain seperti tidak menggunakan sikat gigi dan alat bercukur bersama, tidak menggunakan jarum suntik bersama, tidak melakukan hubungan seks bebas atau menggunakan kondom saat berhubungan seksual, dan memastikan sterilitas alat tato jika Anda ingin menato. Berciuman, berpelukan, batuk, bersin, dan menggunakan gelas bersama tidak menularkan virus hepatitis B.

Hepatitis C Sama seperti hepatitis B, penularan virus hepatitis C juga melalui darah, semen, atau cairan tubuh orang yang terinfeksi hepatitis C. Untuk itu, cara pencegahan infeksi virus hepatitis C sebenarnya sama dengan pencegahan penularan virus hepatitis B. Namun sayangnya hingga kini belum ada vaksinasi hepatitis C.

Kini Anda telah mengetahui bagaimana cara mencegah infeksi virus hepatitis. Jagalah selalu kesehatan hati Anda dengan selalu menjaga kebersihan diri serta lingkungan dan melakukan vaksinasi. Semoga bermanfaat. RS/ RVS

Sumber: klikdokter.com