MALUKUnews: Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk menilai apakah radiasi ponsel berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Salah satunya dilakukan oleh California Department of Public Health (CDPH).

Lembaga pemerintah tersebut mengungkapkan bahwa pancaran radiasi elektromagnetik dari perangkat elektronik seperti ponsel atau perangkat Wi-Fi dapat memengaruhi kesehatan manusia. Melihat bahaya ini, CDPH menerbitkan panduan tentang bagaimana agar Anda dapat mengurangi efek negatif dari gelombang elektromagnetik ini.

Dari hasil percobaan laboratorium dan studi kesehatan, pedoman ini menyatakan bahwa pemakaian ponsel jangka panjang dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker dan gangguan kesehatan lainnya. Ini termasuk kanker otak, jumlah sperma yang lebih rendah, sakit kepala, serta gangguan pendengaran, perilaku dan tidur.

Meski demikian, sejumlah ilmuwan tidak yakin mengenai apakah temuan ini sungguh nyata berdampak pada kesehatan. Penelitian ini belum menemukan secara pasti hubungan antara kesehatan dan frekuensi yang dipancarkan oleh ponsel (RF).

“Dokumen ini dimaksudkan untuk memberikan panduan bagi orang-orang yang ingin mengurangi paparan RF,” tulis pedoman tersebut.

Panduan ini menyarankan agar ponsel harus menjauh dari tubuh saat sedang tidak digunakan. Jangan terlalu sering meletakkan gawai di saku dan jauhkan ponsel dari tempat tidur Anda. Selain itu, untuk meminimalkan efek elektromagnetik, gunakan headset saat melakukan panggilan. Walau demikian, penggunaan headset juga dapat memberikan gelombang elektromagnetik akan tetapi dalam jumlah kecil

Untuk mengurangi paparan gelombang elektromagnetik, pedoman tersebut menyarankan untuk tidak menggunakan ponsel saat sedang bepergian. Kondisi ini menyebabkan ponsel mengeluarkan gelombang elektromagnetik lebih tinggi dari biasanya. Untuk diketahui, ponsel juga dapat memancarkan gelombang elektromagnetik saat terhubung dengan Wi-Fi atau bluetooth, tetapi pada tingkat yang lebih rendah.

Pada tahun 2011, International Agency for Research on Cancer—bagian dari WHO— menerbitkan sebuah ulasan yang menyebutkan bahwa radiasi ponsel “mungkin bersifat karsiogenik”. Dan pada awal tahun 2017, sebuah pengadilan di Italia memutuskan untuk mendukung seorang penggugat yang berpendapat bahwa tumor otaknya disebabkan oleh penggunaan ponsel yang berlebihan.

Hingga sekarang, para ahli sepakat bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami sepenuhnya implikasi kesehatan dari radiasi ponsel atau penggunaan ponsel dalam jangka panjang. RS/ RVS

Sumber: klikdokter.com