MALUKUnews: Semua ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya yang baru lahir, Termasuk menyusui alias memberikan Air Susu Ibu (ASI).

"ASI mengandung lemak dan cairan yang tepat untuk bayi, serta kaya antibodi," kata Kepala Klinik Kebidanan dan Kandungan Columbia University Medical Center, Amerika Serikat, Lynn Simpson.

Apalagi, kata Simpson, kolustrum yang diproduksi di hari-hari pertama usai melahirkan itu sangat kaya dengan kandungan yang mencegah bayi dari infeksi.

Sayangnya, bagi sebagian ibu yang baru pertama kali menyusui, sering ada kendala. Berikut lima kendala yang paling sering ditemui ibu yang baru menyusui mengutip laman Self, Rabu (13/6/2018).

  1. Kesulitan saat akan memulai

"Selama 20 tahun berinteraksi dengan ibu hamil, kendala terbesar saat menyusui itu ada di awal," kata Simpson.

Mulai dari ibu yang terlalu lelah usai melewati persalinan, cara memegang bayi saat menyusui, hingga bayi kesulitan menempel pada puting payudara. Walau sudah belajar dari buku atau video, cobalah untuk menanyakan kepada konsutan laktsasi atau meminta saran dari ibu atau mertua Anda.

  1. Puting sakit

Kondisi ini kerap terjadi pada banyak ibu, tapi bukan berarti Anda menyerah begitu saja. Konsultan laktasi yang sudah memiliki sertifikat internasional, Nancy Mallin, memang pada awalnya puting sedikit nyeri.

Jika sakit masih saja berlangsung, mungkin pelekatan bayi saat menyusui kurang tepat.

"Nyeri pada puting adalah sinyal kuat dari tubuh yang meminta Anda untuk melakukan sesuatu," katanya.

  1. Produksi ASI sedikit

Sekitar seminggu sesudah melahirkan, tubuh biasanya menghasilkan banyak ASI. Sesudah itu, produksi ASI tergantung pada permintaan.

Bila Anda dan Si Kecil beda ruangan, mungkin karena masalah medis, bisa membuat produksi ASI menurun. Namun, dokter spesialis anak atau konsultan laktasi bisa membantu agar produksi ASI tetap ada.

  1. Saluran susu tersumbat atau mastitis

Mastitis merupakan suatu proses peradangan pada satu atau lebih segmen payudara yang mungkin disertai infeksi atau tanpa infeksi. Diperkirakan sekitar 3-20 persen ibu menyusui dapat mengalami mastitis.

  1. Puting lecet

Bila mendapati puting lecet, Simpson menyarankan untuk megnoleskan krim khusus agar area tersebut tetap lembut. Selain itu, sesudah menyusui, oleskan ASI yang bisa membantu mempercepat penyembuhan.

"ASI kaya antibodi yang mencegak infeksi, hal itu mungkin membantu mempercepat penyembuhan," kata Simpson. (liputan6.com)