MALUKUnews, Ambon: Badan Narkottika Nasional (BNN) Maluku, menyarankan kepada KPU Maluku, supaya segera melakukan tes urine ulang terhadap Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) sebelum adanya penetapan Daftar Calon Tetap (DCT).

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku, Brigjen Rusno Prihardito, seperti dilansir harian Siwalima, hari ini, mengatakan, langkah ini dilakukan guna memastikan hasil tes urine bacaleg yang telah dilakukan di tiga rumah sakit di Maluku. Sebab, hasil pemeriksaan semuanya negatif, tetapi ternyata ada bacaleg yang tersandung kasus narkoba.

“Sebaiknya yang lulus seleksi dites ulang urinenya saja dan itu dila­kukan dada­kan tanpa diberitahu,” kata Brigjen Rusno Prihardito. Kata Rusno, untuk pemeriksaan urine butuh kecermatan petugas agar mendapatkan hasil yang baik. Hasil tes urine bacaleg yang dikeluarkan oleh tiga rumah sakit di Maluku sangat diragukan.

Selain BNN, KPU Maluku menunjuk tiga rumah sakit untuk tes urine bacaleg dari 16 parpol peserta pemilu, yaitu Rumah Sakit Karel Sadsuitubun Langgur, RSUD Ma­sohi dan Rumah Sakit Khusus Dae­rah Maluku. Ketiga rumah sakit ini direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Maluku.

Pengawasan tes urine di ketiga rumah sakit itu, tidak berjalan ketat. Sehingga membuka ruang untuk ‘main mata’. Alhasil hasil tes urine semua bacaleg negatif. Padahal fakta­nya, ada bacaleg yang tersandung kasus narkoba. (MN-1/S5)