MALUKUnews: ZAMAN sekarang kesetaraan antara wanita dan pria semakin ditingkatkan. Tidak jarang, profesi yang tadinya identik dengan pria sekarang banyak digeluti oleh wanita, salah satunya adalah pemain sepakbola.

Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak perempuan yang bermain sepak bola harus berpikir dua kali. Penelitian di Albert Einstein College of Medicine menemukan bahwa perempuan lima kali lebih mungkin menderita kerusakan otak daripada laki-laki.

Laporan Scientific American, Studi dalam Radiologi, membandingkan 49 pemain bola perempuan dan 49 pemain sepak bola laki-laki yang sering menyundul bola, dan menemukan lebih banyak kerusakan di daerah otak perempuan. Memang, kerusakan semacam ini tidak selalu diterjemahkan ke gegar otak, tetapi untuk lebih banyak masalah yang lebih ringan, dapat terakumulasi dari waktu ke waktu dan mungkin mengarah ke masalah kognitif.

"Penemuan paling penting di sini adalah kita melihat bahwa pada otak wanita, dan jaringan otak, tampaknya ada kepekaan yang lebih besar terhadap cedera yang berulang, tingkat yang sangat rendah dibandingkan dengan pria," kata penulis utama Michael Lipton seperti dilansir dari newser.

Para peneliti tidak melihat mengapa ada perbedaan, tetapi mereka mencatat bahwa laki-laki umumnya memiliki lebih banyak otot di daerah leher, yang dapat membatasi whiplash.

Selain itu, ada juga kemungkinan bahwa wanita menjadi lebih rentan selama siklus menstruasi karena dip dalam hormon progesteron, yang menjaga terhadap pembengkakan otak. Meski demikian, Lipton dan timnya tidak selalu menyerukan agar header dilarang. "Kebanyakan pemain tampaknya mentolerir beberapa heading," katanya. (mrt)

Sumber: okezone.com