MALUKUnews, Ambon: Koordinator daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Gasim Yabkeyanan mengatakan, eksistensi pemuda di Indonesia sangat berkontribusi kepada pembangunan baik bersifat nasional maupun lokal. Dalam menjaga eksistensi kepemudaan tersebut, maka roda organisasi harus tetap dipacu ditengah tantangan bagi kaum muda Indonesia, khususnya di Kabuaten Malra.

“ Pemuda Sebagai agent of changes dan agent of control sosial, memiliki peranan strategis dalam mengawal pembangunan nasional maupun lokal, tentunya keberadaan pemuda sangat berkontribusi mendorong perubahan ditengah dinamika sosial kemasyarakatan. Untuk itu, sebagai pemuda Indonesia, khususnya Malra, “ demikian terang Gasim dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Selasa (06/11).

Bagi Gasim, potensi daerah di Malra harus bisa menjadi agenda penting bagi KNPI setempat. Dalam membantu pemerintahan yang baru, maka kepengurusan KNPI yang baru pula harus terus bergerak memberikan masukan yang konstruktif kepada pemerintah daerah untuk terus mendorong kemajuan baik pada aspek pariwisata maupun pada bidang infrastruktur, pendidikan dan lain-lain, serta pemberdayaan pemuda ditingkat Desa.

“ Potensi daerah di Malra harus bisa menjadi agenda penting bagi KNPI setempat. Dalam membantu pemerintahan yang baru, maka kepengurusan KNPI yang baru pula harus terus bergerak memberikan masukan yang konstruktif kepada pemerintahan daerah untuk terus mendorong kemajuan baik pada aspek pariwisata maupun pada bidang infrastruktur, pendidikan dan lain-lain, serta pemberdayaan pemuda ditingkat desa,” ujarnya.

Kata Gasim, konteks dinamika kepemudaan baik secara nasional maupun lokal tidak bisa dihindari. Dualisme yang masih terjadi di ‘KNPI’ harus dimaknai secara positif dalam mengawal dan menjaga kesinambungan pembangunan. Sehingga, pemuda Indonesia, khususnya di Malra, dapat berlomba-lomba berkontribusi kepada pemerintah daereah melalui visi-misi kepemimpinan KNPI pada tingkat DPD Kabupaten Malra maupun Kota Tual.

“ Saya kira dinamika kepemudaan baik secara nasional maupun lokal tidak bisa dihindari. Dualisme yang masih terjadi di ‘KNPI’ harus dimaknai secara positif dalam mengawal dan menjaga kesinambungan pembangunan. Sehingga, pemuda Indonesia, khususnya di Malra, dapat berlomba-lomba berkontribusi kepada pemerintah daereah melalui visi-misi kepemimpinan KNPI pada tingkat DPD Kabupaten Malra maupun Kota Tual,” ucapnya.

Lanjutnya, KNPI merupakan organisasi hirarkies. Tentunya, sebagai organisasi yang memiliki kewenangan berada pada tingkat pusat, maka pelaksanaan aturan organisasi tetap dilaksanakan, meskipun diluar sana, keinginan dan ekspektasi adanya penyatuan dan mengakhiri dualism. Tetapi sekali lagi, kami menginginkna itu, hanya saja, dinamika ini tidak bisa dihindarkan, karena terjadi dari pusat hingga daerah. Tapi paling penting adalah bagimana pemuda di Indoensia berlomba-lomba menawarkan program melalui visi-misi organisasi untuk sama-sama mengawal pembangunan pemerintahan khususnya di Malra dan Kota Tual,” tuturnya. (MN-02).