MALUKUnews, Jakarta: Bumi perkemahan adalah pemersatu anak-anak muda di NKRI. Betapa tidak, bumi perkemahan mempertemukan secara rutin Pramuka dari beragam perbedaan latar belakang dengan berbagai kegiatan luar ruangan yang mengasyikan. Ribuan perkemahan setiap minggunya diadakan Gerakan Pramuka di 514 kota/kab di Indonesia guna mengokohkan persatuan NKRI.

"Tujuan bumi perkemahan adalah menunjang pelaksanaan pendidikan kepramukaan, dasar hukumnya Juklak No. 43 tahun 1996. Di mana sifat pendidikan Gerakan Pramuka sendiri adalah pendidikan di alam terbuka atau istilah ngetrennya back to nature," ujar Wakil Kepala Bumi Perkemahan Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Ahmad Mardiyanto, Sabtu (14/4/2018).

Lantas, berapa idealnya luas tanah yang digunakan untuk membangun bumi perkemahan?. Ady, sapaan akrab Mardiyanto menjelaskan, ketentuannya, luas bumi perkemahan minimal 2,5 hektar atau 25.000 meter persegi. Ini juga menjadi acuan Permen Pariwisata No. 24 tahun 2015 tentang Standar Usaha Bumi Perkemahan.

Adapun rinciannya, 1 regu akan menggunakan lahan seluas 120-200 meter persegi, 1 pasukan (4 regu) 750-1200 meter persegi, 1 unit (10 pasukan) 8000-11.000 meter persegi, 1 kelurahan (5 unit) 48.000-66.000 meter persegi, lapangan upacara dan MCK 720-1000 meter persegi, lahan untuk 3 bahan bangunan 1500-3000 meter persegi.

"Juklak No. 43 thn 1996 dan Permen Pariwisata No. 24 thn 2015 tentang Standar Usaha Bumi Perkemahan ini bisa menjadi acuan atau rujukan bila Kwartir di daerah ingin membuat bumi perkemahan," jelasnya.

Adapun fasilitas yang harus ada di bumi perkemahan antara lain, kontur tanah yang datar dan rata minimal 60 persen daratan, sumber air bersih yang cukup, sanitasi dan saluran pembuangan, Puskesmas, dapur dan ruang makan, tempat ibadah, gudang, kios atau kedai, tempat parkir, bangunan kantor pengelola, toilet serta MCK, listrik untuk fasilitas gedung di luar area perkemahan, dan pengelola.

"Dan yang tak kalah penting adalah dana pengelola yang tetap dan terutama status tanah yang jelas. Minimal, Buperta Cibubur sudah lebih dari cukup jika digunakan untuk Jambore sebanyak 25.000 orang," jelasnya.

Di lain tempat, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault menambahkan, pihaknya mendorong kepada jajaran kwartir daerah maupun cabang untuk membuat bumi perkemahan. Sebab, bumi perkemahan juga bagian dari masa depan Gerakan Pramuka. Di sanalah berbagai anak bangsa dari berbagai suku, ras, dan agama berkumpul menjadi satu kekuatan.

Tidak hanya itu, bumi perkemahan juga dinilai bisa meningkatkan rasa solidaritas dan kepekaan sosial bagi peserta didik. "Pendidikan dalam dan luar ruangan saling menguatkan. Berbagai teori harus diwujudkan dalam bentuk bakti sosial, pengabdian masyarakat, kerelawanan harus terus kita hidupkan, di situlah salah satunya peran Gerakan Pramuka," ujar Adhyaksa. (Red)