MALUKUnews, Jakarta: Jaringan Sekolah Islam Terpadu (SDIT) menyumbang Rp100 juta untuk korban konflik Rohingya, Myanmar. Bantuan diserahkan oleh Sukro Muhab, Ketua Umum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) kepada Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault.

“Kami percayakan bantuan ini kepada Kwarnas Gerakan Pramuka, karena sudah terbukti bantuan kami sebelumnya berupa Sapi langsung sampai di lokasi pengungsian dan dirasakan masyarakat Rohingnya,” ucap Sukro Muhab saat Konferensi Pers Laporan Pelaksanaan Aksi Bumbung Kemanusiaan Gerakan Pramuka untuk Rohingya di FX Sudirman, Jakarta, Sabtu (23/9).

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault menyampaikan terima kasih kepada JSIT. Ia juga berterima kasih kepada seluruh Pramuka di daerah dan masyarakat yang sudah menyumbangkan materi, pikiran, waktu, dan tenaganya untuk melakukan Aksi Bumbung Kemanusiaan Gerakan Pramuka guna membantu pengungsi Rohingya.

Adhyaksa menambahkan, saat ini perwakilan Pramuka, yaitu Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka Urusan Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana (Abdimasgana), Eko Sulistio, sudah berada di perbatasan Myanmar-Bangladesh.

“Aksi Bumbung Kemanusiaan ini adalah cara Gerakan Pramuka merespons konflik. Alhamdulillah saya melihat respons dan semangat mereka untuk membantu Rohingya begitu besar. Bahkan anak-anak SD ikut gotong-royong menyisihkan uang sakunya untuk aksi ini,” ungkapnya. (Red)