MALUKUnews, Ambon: Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Maluku, Edwin Adrian Huwae membantah pemberitaan yang terkesan mendiskreditkan dirinya di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Pasalnya, dalam pemberitaan yang dimuat salah satu media di Maluku menyatakan bahwa dirinya akan melawan perintah ataupun keputusan DPP PDI Perjuangan jika dirinya direkomendasikan oleh DPP untuk berpasangan dengan calon lain selain Said Assagaff untuk maju dalam kontestasi Pilkada Maluku 2018 mendatang.

Kata Edwin, dirinya sama sekali tidak merasa pernah memberikan keterangan kepada wartawan dari salah satu media yang telah memplintir persoalan yang ada. "Saya ingin menyampaikan keberatan kepada pemberitaan yang dimuat di Harian Spektrum edisi Rabu 15 November 2017, yang berkaitan dengan judul berita yang seolah-olah memberitakan saya akan menentang dan menolak keputusan DPP partai. Menurut saya, ini adalah salah satu judul berita yang tendrnsius. Sebab jika ditelisik, maka antara judul berita dan isi beritanya tidak sama, dan tidak ada satupun pernyataan saya dalam isi berita itu yang menyatakan saya dalam isi berita itu bahwa saya akan menolak dan menentang rekomendasi PDI Perjuangan," ujar Edwin kepada sejumlah wartawan di ruang kantor DPD PDI Perjuangan Maluku, Rabu (15/11).

Dia mengaku, dalam menghadiri HUT Brimob di Tantui, dirinya merasa tidak pernah diwawancarai oleh wartawan dari media tersebut. Sehingga berita tersebut dianggap bohong dan merugikan dirinya secara pribadi.

Dikatakannya, berita itu sangat bertentangan dengan situasi yang terjadi di DPD PDI Perjuangan Maluku. DPD PDI Perjuangan Maluku itu sudah selesai melakukan seluruh tahapan penjaringan dan penyaringan bakal calon dan sudah diserehkan kepada DPP. "Sikap DPD saat ini adalah tinggal menunggu perintah DPP partai. Bahwa sebagai petugas atau aparat partai ditingkat provinsi, maka DPP Partai adalah atasan kami. Dan karena itu, maka kami tidak bisa menolak apapun perintah DPP, kecuali orang yang tidak dianggap sebagai orang partai. Oleh karena itu kami tau tentang aturan dan etika dalam organisasi partai PDI Perjuangan," jelas Edwin.

Pihaknya juga telah menyiapkan tim hukum untuk mengkaji persoalan tersebut untuk membewanya ke ranah hukum. Sekiranya, dari kajian itu menyatakan bahwa bisa dibawa ke ranah hukum dan tentu melanggar aturan hukum yang ada, maka tentu pihaknya tidak akan segan untuk memprosesnya secara hukum. Bahkan bila perlukami akan melaporkannya ke Dewan Pers atas pemberitaan tersebut.

" Karena menurut kami, ini adalah berita yang tidak seharusnya dimuat. Karna saya menangkap bahwa berita ini memiliki muatan politik yang ingin mengadu-domba saya dengan DPP partai. Tentu ini sangat mendiskreditkan saya, dengan upaya merekayasa untuk menjatuhkan saya," pungkasnya. (Hatuina. S)