MALUKUnews, Ambon: Sejumlah guru di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengeluh. Pasalnya, sudah hampir sembilan bulan, tunjangan guru nonsertifikasi untuk guru SMA sederajat belum juga dibayarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku.

Tunjangan ini belum dibayarkan selama 9 bulan, terhitung Juli 2017 sampai Maret 2018. Sejumlah guru SMA di SBB kepada Kabar Timur menyebutkan besaran tunjangan fungsional sebesar Rp 250.000 per bulan. Tunjangan dibayarkan tiga bulan sekali dan ada juga enam bulan sekali.

“Biasanya kita terima tunjangan guru nonsertifikasi ada yang dibayarkan tiga bulan sekali tetapi ada juga enam bulan sekali, jadi tidak menentu,” kata mereka, kemarin.

Mereka bingung, kenapa hingga Maret 2018, hak-hak mereka belum dibayarkan Disdikbud Maluku. “Perbulan Rp250 ribu untuk tiap guru, kita belum tahu pasti, kenapa tunjangan nonsertifikasi tahun 2017 belum dibayar. Padahal tahun ini sudah bulan Maret 2018,” tutur sejumlah guru yang menolak namanya diwartakan.

Mereka menuntut kejelasan pembayaran tunjangan tersebut. Sebab uang tersebut sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun aktifitas persekolahan mereka.

Mereka berharap Kepala Disdikbud Maluku, M. Saleh Thio memberikan kepastian kapan tunjangan tersebut bisa diterima. Kalau pun belum juga dicairkan, alasannya kenapa.

“Harus ada transparansi agar kami juga mengetahui kendala apa sampai hak-hak kami belum dibayarkan,” pinta mereka.

Sebaliknya, para guru SD dan SMP di Kabupaten SBB yang ditangani pemerintah daerah setempat sudah menerima tunjangan tersebut. (KTL)

Sumber: Harian Kabar Timur