MALUKUnews, Ambon: Kementrian Energi Dan Sumber Daya Mineral bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar rapat monitoring dan evaluasi (Monev) tentang rencana aksi pengelolaan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus melakukan "Gerakan Nasional Penyelamatan Sumberdaya Alam Indonesia sektor pertambangan. Acara ini digelar di Swisbell hotel-Ambon (13/05).

Acara ini dihadiri oleh para bupati dan Gubernur Provinsi Maluku, Maluku Utara, Gubernur Papua, dan Papua Barat. termasuk juga beberapa kementrian terkait. Narasumber yang hadir dalam kegiatan dimaksud di antaranya dari KPK dan Dirjen Mineral dan Batu Baru Kementrian ESDM, Gatot Aryono.

Acara ini rapat Monev tersebut dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Gubernur Maluku, Papua dan Papua Barat. Aryono dalam pemaparannya menjelaskan, dalam monev ini ada beberapa pembahasan yang dibicarakan, di antaranya, tindak lanjut pengelolaan pertambangan pasca UU No 23 Tahun 2014, Penataan Izin Usaha Pertambangan (IUP), perkembangan renegosiasi kontrak karya dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B), progres hilirisasi sesuai pelaksaan UU No 4 tahun 2009, Optimalisasi PNBP SDA Mineral dan Batu bara, Pengawasan Lingkungan, pengawasan produksi dan penjualan, tantangan dan upaya terobosan.

Diharapkan agar dari Rapat Monitoring dimaksud, dapat menghasilkan kesepakatan dan kesepahaman bersama dalam upaya penyelamatan. (Eda)