MALUKUnews, Ambon: Mantan Bupati Maluku Tengah dua periode, Ir. Abdullah Tuasikal, M.Si, mengatakan, selama dirinya memimpin kabupaten tertua di Maluku itu, dirinya telah berjuang keras untuk mempersiapkan Kawasan Makariki di Maluku Tengah, Pulau Seram, sebagai ibu kota provinsi Maluku. Penegasan Tuasikal ini disampaikan kepada Malukunews.co, melalui saluran telponnya, Jumat (23/03), pagi.

Kata Tuasikal, pada tahun 2002 lalu, saya sudah teriakan, bahwa sudah saatnya ibu kota provinsi dipindahkan di pulau Seram, dan itu tepatnya di kota Masohi yang berlokasi di dataran Negeri Makariki. “ Kami sudah berjuang saat itu. Seluruh perangkat kami siapkan guna menyambut jika ibu kota provinsi itu benar-benar dipindahkan dari kota Ambon ke Kota Masohi. Jadi, kalau ada desas-desus saya tolak Makariki jadi ibu kota provinsi, itu bohong besar. Justru sebaliknya, saya orang yang lebih awal pasang badan untuk Makariki jadi ibu kota provinsi,” ujar Tuasikal.

Untuk menunjukkan keseriusannay berjuang saat itu untuk Makariki jadi ibu kota, Tuasikal selaku Bupati saat itu pun mengundang gubernur Lemhanas untuk datang ke Maluku Tengah. Kedatangan Gubernur Lemhaans saat itu sebagai bentuk keseriusan kami berjuang dan mempersiapkan Makariki sebagai ibu kota provinsi.

“ Kami saat itu sudah siapkan lahan di Maluku Tengah, Pulau Seram itu, lebih fukus lagi di dataran Makariki, namun Pemda Maluku melalui gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu saat itu justru tak serius. Meskipun Ralahalu saat itu telah mencanangkan pemindahan Makariki sebagai ibu kota provinsi yang baru, namun itu hanyalah akal-akala saja, karena pencanangan dan upaya pemindahan ibu kota itu tidak disertai dengan dukungan politik dari anggota DPRD Maluku. Jadi saya bisa simpulkan, pencanangan pemindahan ibu kota provinsi saat itu hanya akal-akalan pak Karel saja,” ujar Tuasikal. (Qin)