MALUKUnews, Ambon: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi kembali menerima seorang pasien gizi buruk asal Kecamatan TNS. Pasien yang bernama Elson Haris yang diketahui seorang bocah yang baru berusia 3 tahun ini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut karena kondisi kesehatannya yang memburuk.

Bocah dibawa oleh kedua orang tuanya ke RSUD Masohi, setelah mereka mengantongi kartu BPJS yang mereka urus. Sebelumnya orang tua Elson belum mau memba­a putra mereka itu ke rumah sakit karena tidak punya uang biaya rumah sakit.

Saat dihubungi orang tua bocah, Sutitin, seperti diberitakan salah satu media harian local di Ambon, mengaku putranya itu sebenarnya telah sakit sejak akhir desember 2016 silam, namun karena belum punya cukup biaya mereka baru membawanya ke RSUD Masohi, Rabu (8/3). “Kami membawa anak kami masuk rumah sakit sejak Rabu kemarin, dan saat ini dia dirawat di bangsal anak kelas ekonomi,” ujar Sutitin.

Hasil pemeriksaan dokter, Sututin mengaku putranya menderita gizi buruk. Selain itu Elson juga ter­se­rang infeksi dan sejumlah penya­kit lainnya. ”Kata dokter anak saya terkena gizi buruk dan infeksi, HB anak saya juga rendah ser­ta perutnya kembung,” ujarnya.

Sutitin mengatakan, meski telah memegang kartu BPJS, namun me­reka tetap saja mengeluarkan bia­ya untuk membeli obat. Padahal setahu dia, dengan memegang kar­tu jaminan kesehatan, setiap pa­sien akan dibebaskan dari biaya pengobatan.

Dia menceritakan, sejak awal putranya masuk di UGD, pihak rumah sakit telah memintanya untuk membeli tiga obat suntik, sete­lah itu saat putranya itu telah berada dibangsal, pihak rumah sakit kembali memintanya membeli vitamin seharga Rp 130.000.

Kasus gizi buruk di kabupaten Maluku Tengah sebelumnya juga diderita seorang bayi asal Desa Moso, Kecamatan Teluti bernama Ramdji Pawae. (Qin/Katim)