MALUKUnews, Ambon: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah, mulai memasok bantuan kepada korban kebakaran pasar Roupessy, Desa Wahai, Kecamatan Seram Utara, Sabtu (4/3).

Bantuan tanggap darurat yang diberikan diantaranya tenda, selimut dan bahan makanan.

Bantuan itu dimuat dalam 3 unit mobil mini truk, serta satu truk besar. Sekitar pukul 13.00 WIT bantuan diberangkatkan dari Masohi menuju Wahai.

“Kami targetkan bantuan ini sudah bisa tiba dan dapat dibagikan atau difungsikan untuk menangani kebutuhan darurat para korban yang mengalami dampak langsung dari bencana kebakaran pasar itu,” kata Kepala BPBD Maluku Tengah, Marzuki Latuconsia kepada wartawan, di Masohi.

Latuconsina menjelaskan, BPBD hanya fokus pada penanganan bantuan darurat kepada para korban. Selanjutnya secara teknis akan dikelola oleh nstansi teknis, seperti Dinsos dan Disperindag.

“Fokus kami adalah bagaimana menyediakan bantuan darurat bagi masyarakat korban kebakaran itu. Selanjutnya telah dikoordinasikan bahwa untuk selanjutnya, ada intervensi dari dinas teknis lainnya yang memiliki korelasi dengan penanganan bencana kebakaran itu,” ujarnya.

Dia berharap bantuan yang dikirim BPBD Maluku Tengah dapat memberikan manfaat kepada para korban.

Latuconsina menambahkan, bantuan darurat yang dikirim terutama bahan makanan hanya dapat menangani kebutuhan para korban selama satu pekan. Olehnya pihaknya akan berkoodinasi dengan Pemkab Maluku Tengah maupun instansi teknis lainnya untuk membahas penanganan korban selanjutnya.

“Bantuan darurat sesuai aturan hanya dapat menjamin kebutuhan korban dalam waktu yang tidak terlalu lama, terutama untuk bahan makanan. Olehnya memang harus ada langkah selanjutnya. Kami akan segera laporkan kepada bupati melalui Sekda sehingga bantuan penanganan lebih lanjut dapat segera dikirim,” ujarnya.

Tinggal di Kerabat

Kepala Pemuda Negeri Wahai, Rajab Saban yang dikonfirmasi Siwalima, Minggu (5/3) mengaku, bantuan sudah tiba dan sudah dibagikan kepada korban sejak Sabtu malam, namun tenda belum dibangun. Para korban masih menumpang di rumah-rumah warga.

“Kalau bantuan bahan makanan sudah dibagikan sejak kemarin sore. Namun untuk mengarahkan pengungsi ke tenda-tenda darurat itu belum dilakukan, mereka pada umumnya tinggal dengan kerabat mereka masing-masing di Wahai,” jelasnya.

Lakukan Koordinasi

Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Sartono Pining mengatakan, sejak Sabtu (4/3) ia telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Maluku Tengah, dan bantuan tanggap darurat sudah diberikan.

“Beras, mie instant, susu dan lainnya sudah diberikan,” ujar Pining.

Menurut Pining, nantinya Dinas Sosial Kabupaten Malteng melakukan pendataan kerusakan dan dilaporkan ke provinsi.

“Nanti ada laporan, apabila mereka membutuhkan bantuan tambahan maka akan diberikan bantuan, apabila ada bantuan yang dibutuhkan dari pusat maka akan segera diusulkan. Namun selama mereka sanggup untuk menangani itu, kita hanya bisa monitoring, karena kita bekerja sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” jelasnya. (S5)