MALUKUnews, Ambon: Di periode kedua kepemimpinannya ini, Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal, kini sedang giat-giatnya berbenah. Untuk perkara itu kita sangat apresiasi dan siap kita dukung. Hanya persoalan air bersih masih menyisakan masalah alias macet. Tentu saja itu tanggungjawab teknis Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Maluku Tengah.

“ Saya khawatir, ketidakbecusan PDAM dibawah komando Sukur Daud justeru menjatuhkan citra Bupati beserta program-programnya yang sudah mulai bagus itu,” demikian pernyataan Ketua LSM Pukat Seram, Fahri Asyathry dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Selasa (20/02).

Lanjut Fahri, tidak hanya itu, nama Bupati pun diduga dibawa-bawa untuk menakut-nakuti bawahan dengan membuat kebijakan yang ngawur. Pembiaran dan slow respon atas kondisi ini, justeru menjadi pupuk bagi suburnya antipati publik atas kinerja Bupati.

Setelah Sekda mendorong sejumlah program penataan kota agar dampak positifnya dirasakan semua lapisan masyarakat, persoalan air justeru masih terus menyisakan komplain tak berujung. Hingga detik ini air bersih di Masohi macet. Lucunya, PDAM justeru bungkam dan seolah ingin agar sorotan publik itu mengarah kepada Bupati, agar Bupati dan Sekda dinilai tidak becus. “Air adalah kebutuhan primer, pokok, urgen, mendesak dan ini harus segera dibenahi,” ujar Fahri.

Untuk menata PDAM dan mengatasi persoalan air bersih di Kota Masohi lebih baik, kata Fahri, langkah utama adalah bupati harus segera copot Plt. Direktur PDAM, Sukur Daud, agar PDAM tidak terkontaminasi dengan segala indikasi kejahatan dan kecurangan. “Saya minta Bupati bersikap tegas, evaluasi segera PDAM dan lakukan pembenahan di tubuh PDAM,” desak Fahri kepada bupati.

Kata Fahri, semua orang mengeluh pelayanan air bersih di Kota Masohi, namun saja mereka takut bicara karena berbagai alasan. “ Cukup saya mewakili mereka yang menjadi korban ketidakbecusan PDAM itu. Kita ingin Masohi ini bagus dari berbagai segi khususnya pada sektor primer seperti kebutuhan air bersih,” ujar Ketua LSM Pukat Seram ini. (Qin)