MALUKUnews, Ambon: Mantan Bupati Maluku Tengah (Malteng) dua periode, Abdullah Tuasikal, menantang puluhan mahasiswa yang tergabung dalam gerakan mahasiswa anti korupsi yang menggelar aksi demo di Gedung KPK, Jakarta Kamis (22/03) lalu, menuntut dirinya diperiksa.

Tuasikal melalui akun facebook pribadinya ‘Abdullah Tuasikal’ menjawab tuduhan yang disampaikan para pendemo yang dipimpin Danny Lessy itu.

Menurutnya, dugaan korupsi pembangunan gedung Islamic center di Masohi yang dituduhkan para pendemo itu, kata Tuasikal, salah alamat. Yang benar, pembangunan gedung Islamic center itu menggunakan dana pribadi alias bukan menggunakan dana bantuan pemerintah daerah seperti dituduhkannya itu.

Sedangkan dana hibah untuk gereja sudah sesuai aturan, dan pembangunannya ditangani panitia pembangunan gereja itu sendiri. Lanjutnya, pengadaan kapal yang juga menjadi tuduhan para pendemo itu, kata Tuasikal, kasusnya sudah diperiksa tim kejaksaan tinggi Maluku dan tenaga ahli dari universitas pattimura Ambon. Kasus ini sudah dinyatakan tidak ada masalah dan selesai.

Tuasikal pun ngeledek, kalau demo itu harus mengantongi data yang valid dulu baru melakukan aksi. Data yang benar itu adalah 2,4 miliar bukan 3,1 miliar seperti dituduhkan para pendemo saat melakuan aksi di KPK itu. “ Jadi kalau demo itu harus punya data yang valid dulu,” demikian ciutan Tuasikal di laman facebook pribadinya itu.

Terkait dengan aksi tersebut, Tuasikal pun mengancam akan melaporkan Danny Lessy dan temannya itu terkait dugaan pencemaran nama baik. “ Untuk gugatan itu saya sudah percayakan kepada kuasa hukum untuk segera melakukan langkah-langka hukumnya,” tegas Tuasikal. (Qin)