MALUKUnews, Ambon: Warga suku Mausu Ane, Kecamatan Seram Utara Timur Seti, Kabupaten Maluku Tengah, di pedalaman pulau Seram itu ternyata tak memilik identitas resmi dari negara.

Jauhnya lokasi tempat tinggal juga membuat suku ini tidak memiliki identitas resmi dari negera, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), namun mereka mengaku setiap pemilu selalu menyalurkan hak suaranya sebagai warga negera.

Biasanya mereka mengikuti pemilu di wilayah terdekat seperti Negeri Maneo Rendah, Maneo Tinggi di Dusun Pasahari, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah.

“ Selama ini kami selalu ikut coblos setiap pemilu, “ ujar Dominggus, Warga Adat Suku Mausu Ane yang mengaku senang saat menerima jatah bantuan di wilayah itu, kemarin.

Tinggal jauh ditengah hutan juga mengakibatkan suku ini alami krisis pangan dan kelaparan sehingga menyebabkan empat orang warganya meninggal dunia. Hingga kini sebanyak 113 jiwa dari 175 jiwa warga adat suku Mauusu Ane yang menjadi korban bencana kelaparan berada di lokasi penampungan.

Mereka ditampung dipuluhan tenda milik TNI di bantaran sungai musi Dusun Pasahari. Penampungan dilakukan untuk masa pemulihan pasca bencana kelaparan sebelum mereka dimukimkan secara layak. (MN-2)