MALUKUnews, Ambon: Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Hatta-Sjahrir Banda kembali dipercayakan Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) Ditjen Penguatan Risbang Kemenristekdikti untuk kegiatan usaha pengabdian kepada masyarakat.

Kali ini STP Hatta-Sjahrir Banda itu dipercayakan untuk mengelola dana hibah dari kemenristekdikti untuk program pengelolaan sisa daging ikan tuna menjadi nugget di kampung nelayan di Banda.

Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Munira, dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Selasa (06/11), mengatakan, Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini merupakan satu perwujudan dari tri dharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. “ Dengan mitra ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok aneka olahan ikan di desa Kampung Baru Banda Naira, kami telah mengolah sisa daging ikan tuna menjadi nungget,” ujar Munira yang juga adalah dosen pada kampus STP Hatta-Sjahrir itu.

Kata Munira, pada tahun 2017 lalu, STP Hatta-Sjahrir, juga pernah memperoleh dana hibah yang sama dari Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) Ditjen Penguatan Risbang Kemenristekdikti untuk kegiatan usaha tuna loin di Banda.

Kata Munira, pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan adanya sosialisasi tentang cara mengolah dan memanfaatkan sisa loin ikan tuna. Bahan mentah ini biasa dihasilkan dari nelayan ikan tuna menjadi produk nugget yang lebih bernilai gizi tinggi serta ekonomis.

Dikatakan, yang terjadi selama ini banyak sisa loin yang hanya dimanfaatkan menjadi produk abon ikan, sehingga tim PKM STP Hatta-Sjahrir yang dibantu dua orang anggota, Jenny Abidin dan Tjameria La Ima serta dua orang mahasiswa perikanan, memberikan pengetahuan cara pembuatan, pengolahan, produksi, pengemasan hingga pemasaran.

Selain itu mitra juga dibekali dengan pengetahuan tentang administrasi dan manajemen keuangan, agar usahanya dapat berjalan dengan baik. “ Fasilitas penunjang yang diberikan kepada kelompok mitra berupa alat dan bahan yang terdiri dari Freezer, blender, mesin pengering minyak, vacum sealer, plastic kemasan, peralatan dan bumbu masak,” ujar Munira.

Harapan Tim PKM STP Hatta-Sjahrir, supaya kelompok aneka olahan ikan memiliki pengetahuan tambahan, tentang pengolahan ikan yang lebih baik, dengan kemasan yang lebih menarik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan. Bagi kelompok aneka olahan ikan, kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan peluang yang sangat baik dan bermanfaat untuk pengembangan usaha mereka. “ Kami selaku kelompok aneka olahan ikan di Banda, berharap kerjasama ini akan terus berjalan dan lebih ditingkatkan lagi di tahun-tahun yang akan datang,: ujar Ketua Kelompok Aneka Olahan Ikan, Min Harun. (Qin)