MALUKUnews, Ambon: Guna memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan Kesehatan, BPJS Kantor Wilayah (Kanwil) jalin kerjasama dalam acara Penandatangan Perjanjian Kerjasama Intergrasi Kesehatan Daerah (JAMKESDA) antara Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya dengan BPJS Kesehatan Kanwil Maluku yang berlangsung di Swissbel, Rabu (26/10)

Perjanjian Penandatangan Kerjasama (MoU) Jamkesda ini digelar untuk ketiga kabuapaten yang ada di Provinsi Maluku, diantaranya Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Buru Selatan dan Kabupaten Seram Bagian Timur. Namun, berhubung dengan keterbatasan waktu, maka penandatangan perjanjian Kerjsama Jamkesda hanya digelar untuk satu Kabupaten yakni Kabupaten MB, sedangkan kedua kabupaten hanya menunggu waktu untuk penandatanganan kerjasama Jamkesda secara simbolis saja, karena kedua kabupaten tersebaut telah menerima MoU, ungkap Kepala Kanwil BPJS Maluku Rahmad Asri Ritonga kepada wartawan usai kegiatan dimaksud. Adapun terget integrasi untuk jumlah penduduk yang terdaftar dalam Jamkesda dari ketiga kabupaten yakni Kabupaten MBD 4000 jiwa, Kabupaten Bursel 3600 jiwa dan Kabupaten SBT 3900 jiwa.

"Saya berharap, kedepannnya 8 kabupaten di Provinsi Maluku dapat melaksanakan kegiatan yang sama guna memudahkan masayarakat dalam pelayanan pengobatan dan terlebih khusus bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah," ungkapnya.

Lanjutnya, kami mendorong semua pemerintah daerah untuk dapat mencontohi apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya kepada masyarakatnya.

"Masayarakat yang sakit, sangat bingung untuk berobat, kerena mereka rata-rata memiliki penghasilan rendah, sehingga semua harta benda yang dimiliki harus dijual untuk membiayai pengobatan," terangnya. Oleh karena itu, lewat kerjasama yang telah ditandatangani dapat memberikan kemudahan bagi masayarakat Kabupaten MBD untuk dapat menggunakan fasilitas kesehatan yang gratis dari BPJS dengan mengeluarkan Rp. 23.000 perbulan.

Sementara itu, Bupati Kabupaten MBD Barnabas Orno menambahkan, dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat membantu Pemerintah Daerah Kabupaten MBD dalam memeratakan kemiskinan masyarakat lewat Jamkesda yang dimiliki.

Diakuinya, BPJS kesehatan sangat bermanfaaf bagi masyarakat karena dalam melakukan pengobatan samapai ke luar daerah dan semuanya ditanggung oleh BPJS kesehatan.

Dengan Demikian, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya memberikan beasiswa kepada anak daerah untuk dapat melanjutkan pendidikan sebagai Dokter Spesialis. Karena, Kabupaten MBD sangat kekurangan tenaga kesehatan untuk dapata melayani masyarakat.

Ditambahkan, 12 rumah sakit akan dibangun di Kabupaten Maluku Barat Daya dengan total anggaran Rp. 15 Milyar. Oleh karena itu, Pemerinta Daerah Kabuapten MBD berharap, rumag sakit tersebut dapat menjadi rumah sakit yang bertipe B dan C, sehingga layak digunakan bagi masyarakat setempat.

Selain itu, lanjutnya, target pembangunan rumah sakit di Kabupaten MBD yang harus selesai tahun ini, dengan total anggaran Rp. 15 Milyar lebih.

"Saya minta teman-teman pers untuk membritakan tentang ketertinggalan MBD," tuturnya. (Eda)