MALUKUNEWS,Ambon: Dua proyek dermaga di Kecamatan Pulau-pulau Babar dan Kecamatan Babar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya dilaporkan bermasalah. Khusus untuk proyek dermaga Letwurung yang menelan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2010 sebesar Rp 9 miliar hingga kini dibiarkan terlantar.

’’Proyek baru berupa pemancangan pipa-pipa. Katanya tahun ini selesai, tapi nyata tidak ada progresnya,’’ ungkap Bernadus Hematang, warga Letwurung kepada pers di Ambon, Sabtu, akhir pekan kemarin.

Celakanya, ungkap Hematang, kebanyakan pipa-pipa yang dibiarkan di lokasi proyek oleh kontraktor, dicuri dan dijual para pekerja maupun masyarakat. ’’Pipa-pipa yang ada kapasitasnya 40 ton. Itu dijual untuk keperluan hidup para pekerja akibat proyeknya tak jelas kapan dilanjutkan,’’ jelasnya. Dia berharap Dinas Perhubungan Maluku melalui sub bidang laut dapat melanjutkan proyek Dermaga Letwurung sehingga aktivitas masyarakat bisa berjalan maksimal. ’’Kalau sudah ada dermaga, praktis masyarakat akan mudah membuka akses ke tempat lain,’’ paparnya. Kepala Dinas Perhubungan Maluku Udjir Halid belum berhasil dikonfirmasi meski pesan konfirmasi telah terkirim ke nomor ponselnya. (ros)