MALUKUnews, Ambon: Rencana pembuatan akses jalan baru di Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya oleh PT Tembaga Raya (Batu Tua), sempat terhambat karena harus menunggu izin dari pemerintah daerah setempat.

Padahal sebelumnya masyarakat setempat, terkhusunya Desa Lirang dan Desa Ihas secara sukarela memberikan lahan milik warga guna dibuat ases jalan tersebut.

Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas ESDM sejak awal telah menyetujui rencana pembuatan jalan, tinggal menunggu dikeluarkannya surat izin dari Bupati MBD , Barnabas Orno.

Untuk itu, PT Tembaga Raya memfasiltasi pertemuan antara warga dengan pihak Pemkab MBD yang diwakili kedua dinas terkait guna membicarakan hal theknis agar izin yang diharapkan bisa secepatnya dikeluarkan.

Pertemuan yang berlangsung siang tadi di Hotel Swiss Bell, Ambon dihadiri Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat kedua desa serta melibatkan Badan Pertanahan setempat.

“Sebagimana diketahui Perusahan yang bergerak diBidang Pertambangan ini akan membuka jalan sepanjang 23 kilometer . Nantinya, perusahan ini akan menggandeng Pemkab MBD dalam investasi ini,” demikian dikatan Presiden Direktur PT Batu Tua, Mukti Atmaja kepada sejumlah wartawan, seraya menambahkan pihaknya meminta adanya regulasi payung hukum dari Pemkab MBD.

Menurutnya, mengingat pembukaaan akses jalan ini baru pertama kali, untuk itu sebagai langkah awal pihaknya akan mengandeng Dinas PU Provinsi, Bidang Jalan dan Jembatan dengan meminta persetujuan penunjukan konsultan pengawas pelaksana . Terkait dengan kondisi geografis Desa Lirang yang umumya berbukit tentunya akan mempengaruhi pekerjaan, menurut Mukti Atmaja pekerjaan tersebut akan tuntas dikerjakan tanpa ada kendala. Hanya saja ia mengakui permasalahan lahan warga yang menjadi kendala.

”Mudah- mudahan hal ini, akan dibicarakan kedepan dengan warga untuk penyelesaian lebih lanjut,” sebut dia.

Untuk dikeyahui dalam pembahasan tadi perwakilan Dinas PU Maluku dihadiri .Ir Dony Sihasale,ST.MT. Kepala Seksi Jalan dan Jembatan, sedangkan dari Badan Pertanahan diwakili Ir. G. Alfons.

Hasil pertemuan ternyata memberikan kabar gembira dimana perwakilan masyakat Desa Lirang dan Ihas secara sukarela memberikan lahan mereka, bahkan mereka memberika apresiasi atas kehadiran PT. Tembaga Raya dapat membuka akses jalan yang selama ini terisolasi.

Masyarakat juga berharap agar PT. Tembaga Raya kedepannya dapat membantu warga dari sisi lain, terutama yang berkaitan dengan pembangunan fasilitas umum dikedua desa dan sekitarnya. sekitarnya di cukup pulau wetar. Sementara itu dari hasil pertemuan tadi pihak perusahaan akan berjumpa dengan Bupati MBD, namun waktunya akan disesuaikan dengan agenda Bupati Kab MBD ( BT)