MALUKUnews, Ambon: Kasus gizi buruk kembali ditemukan di Maluku. Korbannya adalah seorang bocah perempuan bernama Marsya Unitli, warga Desa Wakpapapi, Kecamatan Babar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Kondisi korban yang sangat memprihatinkan itu baru diketahui setelah Kapolres Maluku Barat Daya AKBP A.R Tatuh mengunjungi rumah korban usai mendapatkan laporan dari Kapolsek Babar Timur Iptu Hans Betaubun dan anggota Bhabinkamtimas desa setempat, Kamis (24/5).

Kapolda Maluku Irjen Pol. Andap Budhi Revianto mengatakan pada saat dijenguk, orang tua asuh bocah malang berusia 3 tahun itu hanya bisa pasrah karena mereka tidak punya biaya untuk membawa korban ke rumah sakit.

“Kepada Kapolres, orang tua asuh bocah malang itu mengaku tidak mampu membawa korban untuk berobat rumah sakit karena tidak punya biaya,” kata Andap, kemarin. Menurut Andap, Kapolres yang mengetahui kondisi keluarga korban langsung meminta izin dari pihak keluarga untuk membawanya ke RSUD Tiakur. Langkah tersebut didukung keluarga korban.

“Keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada Polres MBD, dan saat itu juga korban dibawa ke RSUD,” ujar mantan Kapolda Sulawesi Tenggara ini.

Namun karena kondisi korban yang sangat memprihatinkan dan harus membutuhkan penanganan ekstra, bocah tersebut akan dibawa ke Kota Ambon untuk dirawat di RS Bhayangkara Polda Maluku. “Saya menyarankan pasien dirawat di RS Bhayangkara Polda Maluku, namun sementara pasien telah dirujuk ke RSU di Moa untuk dilakukan obsevasi dulu,” ujarnya.

Terkait penemuan kasus gizi buruk itu, Kabid Dokkes Polda Maluku juga telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Maluku Barat Daya agar korban dapat dirujuk ke Kota Ambon, mengingat kondisinya yang sangat memprihatinkan. “Sudah dikoordinasikan juga dengan Dinas kesehatan MBD agar korban dapat dirujuk. Kedepan, diharapkan para pihak terkait saling bahu membahu dan bekerjasama menyikapi berbagai permasalahan yang ada di wilayah kita, Maluku tercinta ini,” harap jenderal bintang dua ini. (Sumber: Kabar Timur )