MALUKUnews, Ambon: Membahas tentang Blok Masela, maka hanya ada dua unsur penting yakni minyak dan gas. Dan khusus Blok Masela konsennya untuk produksi gas. Proyek ini berbeda dengan yang ada di Pulau Seram seperti Citic dan Karles yang ansinya minyak. Proyek ini dikelola oleh dua konsorsoum besar yakni INPEC dari Jepang dan SHALL dari Belanda.

Sumber migas sendiri ada pada kedalaman laut 600 meter dari dasar laut dan ketinggian 400 meter. Dengan jarak tersebut, butuh teknologi yang canggih dengan sistem sesmik dua dimensi dan tiga dimensi. Dengan demikian, produksi gas terbesar di Asia, cadangannya ditemukan di Blok Masela. Menggalahkan Teluk Bintuni di Papua Barat.

"Lima kali lipat cadangan gas dari blok masela arau 10,73 ton kubik. Artinya akan diproduksi dalam jangka waktu lama, maka diaebut gas abadu, " ujarnya.

Manfaat dari blok masela ini sendiri bagi Maluku adalah dana bagi hasil. Dimana pemerintah pusat mendapat 70 persen dari total produksi gas. Pemerintah daerah 30 persen. Dibagi untuk provinsi enam persen, kabupaten/kota 24 persen. Kemudian dibangi lagi 12 persen bagi kabupaten penghasil dan 12 persen untuk kabupaten kota lain di Maluku.

"Jadi dana bagi hasil yang bisa MTB terima antara Rp800 milyar hingga Rp1,1 triliun. Kabupaten kota lain juga dapat, " tandasnya.

Manfaat dari dana bagi hasil ini, akan menjwab kebutuhan Maluku yang selama ini masih sangat tergantung dengan dana perimbangan. MTB saja ungkap dia, 85 persen APBS nya sangat tergantung pada dana perimbangan. PAD tidak cukup Rp20 milyarx hanya Rp18 milyar saja. Itu artinya kita sangat tergantung dari pusat, " ucapnya.

Kemudian terciptanya lapangan kerja ribuan bila ini beroperasi. Namun untuk mengisi peluang yang ada, maka dituntut penuhi kualifikasi. Dimana harus memiliki sertifikasi di bidang migas. Dan untuk Indonesia, sertifikasi baru ada di Cepu.

"Ada peluang tapi juga ada tantangan, " ucapnya yang berjanji memberikan beasiswa secara pribadi kepada empat mahasiswa fakultas hukum yang saat kukiah umum itu berlangsung maju untuk memberikan pertanyaan kepada dirinya. (chintia)