MALUKUnews, Ambon: Polres Maluku Tenggara Barat melaksanakan kegiatan sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satgas Siber Pungli dalam mengoptimalkan pemberantasan Pungli di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Rabu ( 09/5).

Kegiatan ini bertempat di SMA Negeri 1 Tanimbar Selatan dan dihadiri Wakapolres Maluku Tenggara Barat Kompol L.Tethool,S.H.,M.H..

Dalam kegiatan itu Wakapolres juga didampingi Kasat Binmas AKP Simon. A. Mansilety selaku ketua Satgas pencegahan. Sebanyak 600 siswa dan dewan guru di SMA Negeri 1 Tanimbar Selatan juga turut hadir mengikuti kegiatan ini.

Pembentukan Unit Satuan Tugas Sapu Bersih Pungli Kabupaten Maluku Tenggara Barat ini bertujuan, untuk melaksanakan pemberantasan pungutan liar secara efektif dan efisien serta optimalisasi pemanfaatan personil, satuan kerja, dan sarana prasarana yang berada di Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Wakapolres Maluku Tenggara Barat Kompol L. Tethool,S.H.,M.H, selaku Ketua Pelaksana Satgas Sapu Bersih Pungli dalam arahannya, mengharapkan agar seluruh pihak tidak main-main lagi dengan yang namanya pungli. “ Karena pada dasarnya pungli masih berkeliaran disekitaran kita. Untuk itulah dibentuk Satgas Siber Pungli agar dapat meminimalisir pungli itu sendiri,” ujarnya.

Lanjut Wakapolres, kesempatan untuk melakukan tindakan Pungli ada dimana-mana. Sekarang tergantung bagaimana kita berusaha untuk menghindari kesempatan-kesempatan yang bisa memicu hal itu. “Intinya saya berharap agar tidak terjadi lagi seorang pejabat termasuk saya yang terjerat dan terpancing dengan yang namanya kegiatan pungli,” tegas Tethool.

Kata Tethool, ia berharap supaya semua orang selama menjabat, jangan sampai berbenturan dengan aturan hukum. Mudah-mudahan ke depan dan seterusnya Maluku Tenggara Barat tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan kita semua tidak tersandung masalah terkait Pungli. “Mari kita berubah diawali dari diri sendiri. Jangan sampai terjadi yang namanya Operasi Tangkap Tangan (OTT),” ucap Wakapolres. (Bil)