MALUKUnews, Jakarta: Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Hary Tanoesoedibjo (HT), menegaskan kepada seluruh kader agar terus berjuang membesarkan partai, membawa Indonesia menjadi negara maju agar rakyatnya makmur dan sejahtera.

“Perindo perjuangkan Indonesia maju dalam arti sesungguhnya, ekonomi kuat, lapangan kerja tercipta, devisa kuat, kesenjangan sosial menyempit,” ungkap HT saat halalbihalal Partai Perindo dan organisasi-organisasi sayap di DPP Perindo, Jakarta Jumat (29/6/2018).

Dia menuturkan, dengan memiliki keterwakilan yang cukup baik di eksekutif dan legislatif, Perindo bisa mengambil peran dalam mengambil kebijakan yang tepat sasaran, mempersempit kesenjangan sosial, serta mengangkat kesejahteraan masyarakat.

Perindo dengan keberpihakannya, kata HT, terus berupaya mendorong masyarakat yang belum produktif menjadi produktif, dan yang sudah produktif menjadi lebih produktif lagi. Dengan begitu, masyarakat bisa naik kelas dari bawah menjadi menengah, menengah menjadi atas, dan mempersempit kesenjangan sosial lebih cepat.

Tak hanya itu, ke depan diharapkan lebih banyak lagi masyarakat yang bisa menggerakkan perekonomian Indonesia, antara lain dengan bertumbuhnya para pembayar pajak baru seiring dengan tumbuhnya masyarakat produktif.

Selain itu, HT juga menyoroti peningkatan devisa negara. Menurut dia, hal tersebut penting untuk diperhatikan karena semakin besar devisa akan semakin kuat negara mengatur kurs mata uangnya.

“Penciptaan lapangan kerja juga harus diperhatikan, sebab Indonesia yang mengalami bonus demografi memiliki masyarakat usia produktif yang terus bertumbuh artinya kebutuhan akan lapangan pekerjaan terus meningkat setiap tahunnya,” ucap dia.

Menurut HT, hal-hal tersebut bisa dilakukan dengan kebijakan. Karena itu, dia berpesan kepada kader agar berjuang militan sehingga Perindo memiliki banyak wakil baik di eksekutif maupun legislatif. Dengan begitu, partai berlambang rajawali ini bisa mengambil peran dalam mengambil kebijakan yang dibutuhkan.

Kebijakan yang dihasilkan pun harus memberi kesempatan untuk masyarakat bertumbuh. Sebagai contoh adalah kebijakan yang melindungi industri dalam negeri. Dia mengatakan, banyak industri menengah dalam negeri yang tak mampu bersaing dengan online asing terpaksa menutup usahanya atau skala usahanya mengecil.

“Pajak belanja online asing perlu diatur. Saat ini barang di bawah 100 dolar AS tidak dikenai pajak. Industri dalam negeri terkena dampaknya, lapangan kerja berkurang, devisa kita keluar,” ujar HT.

Pada halalbihalal tersebut, HT juga berpesan kepada para kepala daerah yang baru saja terpilih versi quick count, agar bekerja sungguh-sungguh menjalankan fungsinya. Dengan begitu, daerah yang mereka pimpin bisa maju. Penghasilan asli daerah (PAD) pun diharapkan meningkat, sehingga dana dari APBN yang tadinya banyak tersalur ke daerah-daerah bisa dialokasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“APBN bisa dialokasikan untuk pendidikan, menyejahterakan masyarakat, menciptakan lapangan kerja,” tuturnya. (Sumber: partaiperindo.com)