MALUKUnews, Jakarta: Badan Pusat Statistik ( BPS) mencatat, pada September 2017 jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 26,58 juta penduduk. Jumlah tersebut menurun 4,28 persen dibandingkan pada Maret 2017 sebesar 27,77 juta jiwa.

Dengan demikian, dalam waktu enam bulan penduduk miskin Indonesia berkurang 1,19 juta penduduk.

“Dari sisi persentase, tentu ini sangat menggembirakan. Ini merupakan pencapaian paling bagus, penurunannya paling cepat dalam tujuh tahun terakhir,” ujar Kepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Selasa (2/1/2018).

Suhariyanto memaparkan, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 401.000 orang, yaitu dari 10,67 juta orang pada Maret 2017 menjadi 10,27 juta orang pada September 2017.

Sedangkan di pedesaan, jumlah penduduk miskin turun sebanyak 786 ribu orang dari 17,10 juta orang pada Maret 2017 menjadi 16,31 juta orang pada September 2017.

"Jadi persoalan kemiskinan di desa jauh lebih critical dibandingkan kota," jelasnya.

Suhariyanto menjelaskan, ada beberapa faktor utama yang mempengaruhi penurunan tingkat kemiskinan di Indonesia.

Salah satunya harga bahan pangan yang terjaga, kemudian upah nominal buruh tani dan bangunan yang masing-masing meningkat 1,5 persen dan 0,78 persen sehingga mempengaruhi daya beli masyarakat bawah.

Selain itu, adanya program bantuan dari pemerintah, berupa beras untuk rakyat sejahtera (rastra) dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang berdampak positif terhadap menurunkan jumlah penduduk miskin.

“PKH juga berkontribusi besar dalam menurunkan tingkat kemiskinan. Makanya, kami juga sangat mendukung jika penerima PKH ini ditingkatkan kembali di tahun depan,” kata Suhariyanto. (kompas.com)